nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BI Berani Ikuti Langkah The Fed Turunkan Suku Bunga?

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 19 September 2019 10:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 19 20 2106690 bi-berani-ikuti-langkah-the-fed-turunkan-suku-bunga-NVJY34KIsw.jpg BI Berani Turunkan Suku Bunga Lagi (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) diprediksi akan memangkas kembali suku bunga acuannya pada hari ini. Saat ini posisi suku bunga acuan Bank Indonesia (BI-Rate) berada di level 5,5%.

 Baca Juga: The Fed Pangkas Suku Bunga untuk Kedua Kalinya Tahun Ini

Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Pieter Abdullah Redjalam mengatakan, ada beberapa pertimbangan mengapa dirinya memprediksi hal tersebut. Pertimbangan pertama adalah untuk merespons keputusan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) yang beberapa saat lalu menurunkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin atau 0,25%.

“The Fed kemarin mengumumkan memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi kisaran 1,75% – 2%. Ini menjadi langkah pemangkasan kedua yang dilakukan The Fed sepanjang tahun ini,” ujarnya saat dihubungi Okezone, Kamis (19/9/2019).

 Baca Juga: Gubernur BI Buka-bukaan Alasan Suku Bunga Acuan Turun 2 Kali

Menurut Piter, hal ini harus dimanfaatkan BI untuk memperkuat nilai tukar Rupiah. Dengan menurunkan suku bunga acuannya, maka aliran modal asing akan bisa semakin banyak yang masuk ke Indonesia.

“Saya kira langkah The Fed ini memperkuat keyakinan pasar bahwa likuiditas global akan lebih longgar hingga tahun depan. Sekaligus mendorong aliran modal asing masuk ke indonesia dan memperkuat rupiah,” jelas Piter

“Dengan pertimbangan itu saya meyakini BI hari ini akan menurunkan suku bunga,” imbuhnya.

 Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia Pertahankan BI7DRR Sebesar 6,00%

Sementara itu, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede juga memprediksi jika Bank Indonesia akan kembali menurunkan suku bunga acuannya pada hari ini. Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan kestabilan harga-harga barang dan jasa yang tercermin dari perkembangan laju inflasi serta perkembangan nilai tukar Rupiah.

“Laju inflasi cenderung stabil di tengah ekspektasi inflasi yang cenderung terjangkar dalam target sasaran inflasi BI di kisaran 3,5% plus minus 1% hingga akhir tahun ini,” ucapnya kepada Okezone.

Selain itu, nilai tukar rupiah cenderung stabil dalam sebulan terakhir ini. Volatilitas rupiah secara rata-rata menurun yang terindikasi dari one-month implied volatility yang menurun menjadi 6,4% saat dari rata-rata bulan Agustus yang tercatat sekitar 7,6%.

“Rupiah secara rata-rata menguat sekitar 1% ke level Rp14.100 per USD sepanjang bulan September ini,” kata Josua.

 Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia Pertahankan BI7DRR Sebesar 6,00%

Menurut Josua, terkendalinya laju inflasi serta kestabilan nilai tukar rupiah juga ditopang oleh ekspektasi penurunan defisit transaksi berjalan. Hal ini sejalan dengan membaiknya neraca perdagangan sepanjang kuartal III tahun ini. Perbaikan defisit transaksi berjalan tersebut didorong oleh penurunan laju impor yang lebih besar dibandingkan penurunan laju ekspor.

“Namun demikian, penurunan laju impor tersebut mengindikasikan bahwa realisasi investasi cenderung stagnan di tengah tren perlambatan ekonomi global yang mempengaruhi moderasi pertumbuhan permintaan domestik,” kata Josua.

Oleh karenanya, mempertimbangkan tingkat inflasi yang terkendali, stabilnya nilai tukar rupiah dan perbaikan defisit transaksi berjalan, maka ruang pelonggaran kebijakan moneter terbuka. Ditambah lagi sebagai momentum pelonggaran kebijakan moneter dengan penurunan suku bunga acuan juga disaat bersamaan dapat mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi domestik di tengah tren perlambatan ekonomi global dan bahkan potensi resesi dari beberapa negara maju dan berkembang.

Pelonggaran kebijakan moneter BI juga mempertimbangkan keputusan Fed untuk memangkas suku bunga acuan sebesar 25bps menjadi 2% pada rapat FOMC bulan ini. Stance pelonggaran kebijakan moneter dari bank sentral global seperti Fed, ECB, PBoC, dan sebagian besar bank sentral negara berkembang mengindikasikan masih tetap menariknya imbal hasil investasi aset keuangan domestik.

“Oleh sebab itu, BI diperkirakan akan kembali memangkas tingkat suku bunga acuannya sebesar 25 bps menjadi 5,25% dalam RDG bulan ini,” ucapnya.

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia Pertahankan BI7DRR Sebesar 6,00%

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini