nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gubernur BI Buka-bukaan Alasan Suku Bunga Acuan Turun 2 Kali

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 22 Agustus 2019 19:50 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 22 20 2095431 gubernur-bi-buka-bukaan-alasan-suku-bunga-acuan-turun-2-kali-AYMsjMQVmO.jpg Gubernur BI Buka-bukaan Alasan Suku Bunga Turun. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) telah memangkas suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 50 bps pada Juli dan Agustus 2019. Kini suku bunga acuan berada di level 5,50%.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut, langkah melonggarkan kebijakan moneter secara dua bulan berturut-turut itu guna memberikan stimulus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Lantaran, pada kuartal II-2019 pertumbuhan ekonomi tercatat 5,05%, lebih rendah dari kuartal sebelumnya yang sebesar 5,07%.

 Baca Juga: BI Soroti Lesunya Ekonomi China hingga India

Dia menjelaskan, sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah permintaan domestik, disamping konsumsi dan juga investasi. Oleh sebab itu perlu mendorong komposisi tersebut guna mendorong pertumbuhan di tengah pelemahan ekonomi global.

"Artinya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan kita perlu mendorong permintaan domestik, menjaga konsumsi dan juga investasi. Maka BI lakukan bauran kebijkan yang diarahkan ke sana, baik dari moneter maupun makroprudensial," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Pusat BI, Jakarta, Kamis (22/8/2019).

 Baca Juga: Gonjang-ganjing Ekonomi Global Jadi Alasan Kuat BI Turunkan Suku Bunga

Perry menyatakan, dari segi permintaan domestik, pertumbuhan akan didukung lewat stimulus fiskal, diantaranya dengan bantuan sosial. Sedangkan, penurunan suku bunga acuan diperlukan untuk mendorong permintaan pembiayaan baik di sisi korporasi dan rumah tangga.

 BI Turunkan Suku Bunga

Sebab, penurunan suku bunga bakal membuat biaya korporasi untuk berinvestasi di dalam negeri menjadi lebih rendah. Hal ini akan berdampak pada peningkatan investasi.

"Pertumbuhan ekonomi akan terdorong dari sisi investasi dan pembiayaan, baik dari perbankan maupun non perbankan seperti pasar modal dalam negeri. Menurunkan suku bunga dua kali itu untuk mendorong permintaan," katanya.

 Rapat Dewan Gubernur BI Sepakat Tahan Suku Bunga

Tak hanya dari sisi moneter, lanjut Perry, BI juga kan terus mempertimbangkan bauran kebijakan dari sisi makroprudensial, pendalaman pasar kuangan dan sistem pembayaran yang akomodatif, guna mendukung pembiayaan kredit baik rumah tangga dan korporasi, juga pembiayaan ramah lingkungan.

"Sejak Desember 2018, BI sudah terus mendorong likuiditas. Maka perbankan bisa salurkan kredit. Kami juga sudah turunkan GWM (giro wajib minimum) 50 bps, di mana ini mendorong pasokan atau penawaran pembiayaan dari kredit perbankan, dan ini terus dilakukan," jelas Perry.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini