nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Prediksi Sri Mulyani soal RDG BI dan Ekonomi RI Kuartal III-2019

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 18 September 2019 18:59 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 18 20 2106474 ini-prediksi-sri-mulyani-soal-rdg-bi-dan-ekonomi-ri-kuartal-iii-2019-ldb9tCK4En.jpg Sri Mulyani (Foto: Okezone.com/Facebook/@Srimulyani)

JAKARTA - Bank Indonesia melangsungkan agenda bulanan yaknk Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 18-19 September 2019. Hasil rapat sendiri akan diumumkan pada esok siang oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

Saat ditanyai mengenai prediksinya, Menteri Keuangan Sri Muklyani Indrawati meminta kepada semua pihak untuk menunggu. Dirinya enggan berspekulasi apakah Bank Indonesia akan menurunkan atau menahan suku bunga acuannya (BI Rate).

 Baca juga: Menko Darmin Sebut Bunga Kredit Bank Harus Turun

Asal tahu saja pada RDG Agustus lalu, Bank Indonesia memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin. Sehingga posisis saat ini, BI Rate berada diangka 5,5%.

 Sri Mulyani

“Kita tunggu saja ya, kamu selalu menanyakan yang sudah tau jawabannya,” ujarnya saat ditemui di Jakarta, Rabu (18/9/2019).

 Baca juga: Suku Bunga BI Jadi 5,5%, Menko Darmin: Arahnya Global Memang Itu

Sementara itu saat ditanyai mengenai prediksi pertumbuhan ekonomi di kuartal III, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu berharap agar momentum pertumbuhan 5% masih terjaga. Meskipun memang kondisi perekonomian global masih belum stabil.

Dari sisi investasi, Sri Mulyani berharap agar investasi bisa terus mengalami pertumbuhan. Khususnya investasi pada Penanaman Modal Asing (PMA) yang diharapkan bisa menyeimbangkan investasi secara keseluruhan yang masih lesu.

 Baca juga; Gubernur BI Buka-bukaan Alasan Suku Bunga Acuan Turun 2 Kali

Badan Koordinasi Penanaman Modal sendiri mencatat realisasi investasi sepanjang kuartal II-2019 mencapai Rp200,5 triliun. Angka tersebut mengalami kenaikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp175,3 triliun.

Dari jumlah tersebut, realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp95,6 triliun. Sementara Penanaman Modal Asing memang masih lebih tinggi dari PMDN yakni mencapai Rp107,9 triliun.

“Kita berharap momentumnya masih terjaga, untuk investasi dengana danya capital inflow dari PMA nya kita berharap bisa menetralisir kecenderungan adanya penurunan dari sisi kredit growth,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini