nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tambahan Anggaran Rumah Subsidi Masih Dibahas Pemerintah

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 26 September 2019 15:07 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 26 470 2109633 tambahan-anggaran-rumah-subsidi-masih-dibahas-pemerintah-qypQjHc9NF.jpg Ilustrasi Rumah. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Tambahan anggaran untuk rumah subsidi dengan Kredit Perumahan Rakyat (KPR) skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) masih belum jelas. Pasalnya, hingga saat ini Kementerian Keuangan masih belum bisa memastikan kapan anggaran tersebut bisa dicairkan.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani mengatakan, pihaknya masih melakukan diskusi dengan lintas Kementerian dan Lembaga lainnya. Termasuk juga mekanisme pencairan danannya dan juga jumlah anggaran yang akan dicairkan.

“Masih didiskusikan oleh pemerintah untuk FLPP. Intinya bentuknya akan ditunjuk pemerintah,” ujarnya dalam sebuah diskusi di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (26/9/2019).

Baca Juga: Anggaran Subsidi Rumah Murah Rp8,6 Triliun Cair Pekan Depan

Saat ditanyai mengenai target pembahasan tersebut Askolani menyebut akan dilakukan secepatnya tanpa menyebutkan tanggal pastinya. Padahal sdah banyak pengembang yang mengeluh dan akhirnya menghentikan pengerjaannya.

“Nanti ya sedang kita kaji,” ucapnya.

Rumah

Meskipun begitu, Askolani menyebut pemerintah akan terus mendukung pembangunan rumah subsidi. Oleh karena itu, pemerintah meminta kepada para pengembang untuk tidak menghentikan pembangunannya.

“Pemerintah akan dukung untuk bisa meningkatkan pembangunan rumah untuk MBR. Untuk membantu masyarakat,” ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengusulkan tambahan anggaran Rp1,5 hingga Rp2 triliun untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan skeman Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Saat ini usulan tersebut sedang di hitung dan dibahas oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Baca Juga: Kuota FLPP Tahun Depan Ditargetkan untuk 110.000 Rumah

Menurut Basuki, usulan tersebut sesuai dengan masukan dari para asosiasi dan pengusaha. Selain itu usulan juga sudah disetujui oleh Presiden Joko Widodo.

“Iya ke Bu Menteri Keuangan ya, diusulkan ke Bu Menteri Keuangan. Nah untuk rumahnya lupa saya, daripada keliru,” jelasnya

Menurut Basuki, semula dalam anggaran APBN 2019, pemerintah memang mengajukan anggaran Rp8,6 triliun. Namun dari jumlah tersebut yang disetujui oleh DPR-RI hanya sekitar Rp7,1 triliun.

Oleh karena itu, menutupi kekurangan tersebut dikembalikan lagi alokasi anggaran yang semula diajukan kepada DPR. Alokasi anggaran ini dinilai cukup untuk memenuhi rumah subsidi hingga akhir tahun

“Itu salah, yang betul dulu usulannya Rp8,6 triliun awalnya, yang dialokasikan sekarang di dipa Rp 7,1 triliun jadi yang saya usulkan yang kekurangannya. Rp1,5 -Rp2 triliun. Jadi yang diminta Pak Jokowi Rp1,5-2 triliun itu ketua REI nya salah,” ucapnya.

Rumah

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, proses penambahan anggaran ini memerlukan proses. Mengingat, anggaran rumah subsidi ini bukan masuk kedalam uang belanja melainkan penanaman modal.

Meskipun begitu, dirinya menargetkan agar anggaran ini bisa segera cair secepat mungkin. Pasalnya, anggaran untuk tahun  ini hanya menyisakan beberapa bulan saja.

“Saya akan melakukan langkah apa yang dilakukan.Dalam mekanisme APBN di penanaman modal bukan dalam bentuk saya baa namah. Dalam bentuk injeksi. Tolong dibuat cepat saya sampikan secepat mungkin. Karena Januari akan masuk anggaran baru,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini