nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Di Akhir Masa Jabatan, Mendag Beberkan Tugas Berat dari Jokowi

Adhyasta Dirgantara, Jurnalis · Rabu 16 Oktober 2019 17:19 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 16 320 2117776 di-akhir-masa-jabatan-mendag-beberkan-tugas-berat-dari-jokowi-oRP5yxMtuG.jpg Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (Foto: Okezone.com)

TANGERANG - Di akhir masa jabatnya sebagai seorang Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita menjelaskan apa saja mandat-mandat yang ditugaskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Kementerian Perdagangan. Ada tiga mandat, pertama menjaga kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok.

Baca Juga: Bicara Perdagangan, Wapres JK: Tak Ada Negara yang Bisa Berdiri Sendiri

“Kemudian kami diberikan mandat kedua membangun dan merevitalisasi pasar rakyat, ketiga meningkatkan ekspor dan menjaga neraca perdagangan," sebut Mendag Enggartiasto di Indonesia Convention Exhibition BSD, Rabu (16/10/2019).

Mendag Enggartiasto Lukita Ingat 3 Tugas dari Presiden Jokowi

Untuk mandat pertama, Kemendag terbilang sukses dengan menjaga inflasi di di kisaran 3%. Di mana target dari Bank Indonesia (BI) sebesar 3,5%. Capain tersebut, kata Enggar, lebih baik daripada 2014 dengan tingkat inflasi mencapai 8,36%.

Baca Juga: Salam Perpisahan Wapres JK dan Mendag di Depan Investor

"Keberhasilan selama tiga tahun untuk menjaga inflasi tentu merupakan kerja keras semua pihak di seluruh pelosok daerah untuk memastikan pasokan bahan pokok," ujarnya.

Kemudian di mandat kedua, sejak 2015 hingga 2019, sukses membangun 5.248 pasar rakyat di seluruh Indonesia. Rinciannya 4.211 pasar rakyat pada 2015-2018, dan 1.037 pasar rakyat di tahun ini.

"Pasar adalah ujung tombak, urat nadi bangsa. Dalam membangun pasar bukan hanya fisik, tapi juga pelatihan manajemen pasar, operasional dan pelayanan. Tentu keberhasilan pasar terbangun karena kerja keras," tutur Enggar.

Dan yang terakhir ada mandat untuk meningkatkan ekspor. Seperti yang kita tahu, ekspor dibutuhkan untuk mengimbangin impor Indonesia. Maka dari itu, dengan bangga Menteri Enggartiasto menyampaikan bahwa tingkat ekspor non migas di tahun 2019 meningkat 8% dengan nilai USD175 miliar.

Adapun Dia menyebutkan 6 prioritas yang jadi ekspor utama Indonesia. "Furnitur & kayu, makanan dan minuman, elektronik, tekstil dan garmen, otomotif, serta produk kimia," sebutnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini