nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pesawat 737 NG Retak, Garuda Minta Ganti Rugi ke Boeing

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 16 Oktober 2019 18:53 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 16 320 2117831 pesawat-737-ng-retak-garuda-minta-ganti-rugi-ke-boeing-VojPw2qGnB.jpg Pesawat Garuda Indonesia. (Foto: Okezone.com/Dok. Garuda Indonesia)

JAKARTAPT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mengajukan protes kepada Boeing menyusul adannya masalah pada pesawat Boeing 737 New Generation (NG).

Asal tahu saja, satu pesawat Boeing 737 NG milik Garuda mengalami keretakan pada sekitar sayap yang mengakibatkan si burung besi tersebut tidak bisa beroperasi.

Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara mengatakan, tak hanya mengajukan protes, pihaknya telah menyiapkan langkah lain jika tidak ada respons dari pihak Boeing. Misalnya dengan meminta sejumlah kompensasi kepada produsen pesawat asal Amerika Serikat (AS) tersebut.

Baca Juga: Gara-Gara Kabut Asap, Garuda Batalkan 15 Penerbangan hingga 19 September

"Itu (kompensasi) sedang kita pertimbangkan," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (16/10/2019).

Ari menambahkan, bukan tanpa alasan mengapa pihaknya mempertimbangkan untuk meminta ganti rugi. Pasalnya kondisi pesawat saat ini mengalami retak atau rusak tidak bisa dioperasikan.

Musim Haji 2018, Garuda Indonesia Berangkatkan 107.959 Calhaj dari Bandara Soetta

"Yang crack sudah kita grounded justru menunjukan Garuda manajemennya bagus karena bisa menemukan itu," jelasnya.

Sementara itu, VP Corporate Communication Garuda Indonesia Iksan Rosan mengatakan, meskipun pesawat itu dikandangkan, tidak menganggu operasional perusahaan secara keseluruhan. Karena yang mengalami rusak hanya satu pesawat saja sedangkan yang lainnya masih bisa mengudara.

Baca Juga: Kabut Asap 'Serang' Samarinda, Lion Air Pindahkan Penerbangan ke Balikpapan

"Enggak (ganggu), Kan cuma 1. Pesawat itu untuk domestik regional. NG itu kan versi lama," tegasnya

Sebagai informasi, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan pemeriksaan terhadap pesawat Boeing 737 New Generation (NG). Pemeriksaan itu dilakukan terhadap pesawat jenis tersebut milik maskapai Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, dan Lion Air, serta Batik Air.

Pemeriksaan ini merupakan tindak lanjut implementasi DGCA Indonesia Airworthiness Directives (AD) nomor 19-10-003dan FAA Airworthiness Directives Nomor 2019-20-02 terhadap pesawat Boeing B737NG (Boeing 737 New Generation) perihal Unsafe Condition dimana AD ini dipicu oleh laporan retak yang ditemukan pada frame fitting outboard chords and failsafe straps adjacent to the stringer S-18A straps yang dapat mengakibatkan kegagalan Principal Structural Element (PSE) untuk mempertahankan batas beban.

Kondisi ini dapat mempengaruhi integritas struktural pesawat dan mengakibatkan hilangnya kontrol pesawat. Hasilnya, terdapat retak pada salah satu dari 3 pesawat Boeing 737 NG milik Garuda Indonesia yang berumur melebihi 30.000 FCN dan terdapat crack pada’l 2 pesawat Boeing 737 NG milik Sriwijaya Air dari 5 pesawat yang berumur lebih dari 30.000 FCN.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini