nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wall Street Ditutup Melemah Imbas Isu Negatif dari Boeing

Fakhri Rezy, Jurnalis · Sabtu 19 Oktober 2019 09:32 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 19 278 2118983 wall-street-ditutup-melemah-imbas-isu-negatif-dari-boeing-D997nbHHoK.jpg Wall Street (reuters)

NEW YORK - Wall Street ditutup anjlok pada perdagangan Jumat (18/10/2019). Hal ini imbas sentimen negatif dari Johnson & Johnson dan Boeing serta data ekonomi China yang suram.

Melansir Reuters,New York, Jumat (19/10/2019), Dow Jones Industrial Average turun 255,68 poin atau 0,95% menjadi 26.770,2, sementara S&P 500 kehilangan 11,75 poin, atau 0,39%, menjadi 2.986,2 dan Nasdaq Composite .IXIC turun 67,31 poin, atau 0,83% menjadi 8.089,54.

 Baca juga: Wall Street Melemah Terseret Saham Johnson & Johnson

Pada penutupannya, saham Boeing Co (BA.N) dan Johnson & Johnson (JNJ.N) memimpin penurunan S&P 500 dan Dow. Boeing turun 6,8% setelah Reuters melaporkan bahwa beredar pesan teks antara dua karyawan menyarankan pembuat pesawat itu menyesatkan Administrasi Penerbangan Federal tentang keselamatan pesawat 737 MAX yang diterbangkan.

Sementara itu, Johnson & Johnson mengumumkan akan menarik bedak bayi di Amerika Serikat setelah regulator menemukan sejumlah kecil asbes dalam sampel, mengirimkan sahamnya turun 6,2%.

 Baca juga: Kepastian Brexit Buat Wall Street Menguat

Pertumbuhan produk domestik bruto China melambat ke laju terlemah dalam hampir 30 tahun. Hal ini disebabkan karena menjadi korban perang perdagangan dengan Amerika Serikat yang memicu kekhawatiran penularan perlambatan.

Dana Moneter Internasional telah menurunkan perkiraan pertumbuhan global tahun ini menjadi 3%, yang akan menandai ekspansi paling lambat sejak krisis keuangan.

"Tidak ada pertanyaan bahwa ada tanda-tanda di luar sana bahwa ekonomi sedang melemah," kata Peter Cardillo, kepala ekonom pasar di Spartan Capital Securities di New York.

 Baca juga: Wall Street Melemah Imbas Meningkatnya Ketidakpastian Perang Dagang

Kelemahan pasar saat ini "ada hubungannya dengan (PDB) berita dari China, Boeing dan Johnson & Johnson," tambahnya.

Schlumberger NV (SLB.N) naik 1,3% setelah perusahaan jasa ladang minyak itu membukukan kerugian kuartalan terbesar yang pernah ada sebagai akibat biaya USD12 miliar ketika Chief Executive Olivier Le Peuch pindah untuk mengalihkan fokus ke perangkat lunak dan layanan.

American Express Co (AXP.N) melaporkan laba kuartal ketiga yang lebih baik dari perkiraan karena konsumen meningkatkan pengeluaran mereka. Namun, saham penerbit kartu kredit turun 2,0%.

Pendapatan Coca-Cola Co (KO.N) mengalahkan ekspektasi dan perkiraan optimis memberikan sahamnya kenaikan 1,8%.

Kansas City Southern (KSU.N) melonjak 7,3% setelah operator kereta api itu juga mengalahkan ekspektasi laba, karena peningkatan pengiriman minyak bumi ke Meksiko.

Minggu depan, pelaku pasar menantikan laporan keuangan dari Procter & Gamble Co (PG.N), United Parcel Service Inc (UPS.N) Caterpillar Inc (CAT.N), Boeing, Microsoft Corp (MSFT.O), Ford Motor Co (FN), 3M Co (MMM.N), Twitter Inc (TWTR.N), Amazon.com (AMZN.O), dan lainnya.

Dari 11 sektor utama dalam S&P 500, tujuh ditutup merah. Di mana sektor teknologi, layanan komunikasi, dan industri mengalami penurunan terbesar.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini