Paparan Kinerja Triwulan III 2019, BRI Salurkan Kredit Hingga Rp903,14 Triliun

Kamis 24 Oktober 2019 13:37 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 24 11 2121177 paparan-kinerja-triwulan-iii-2019-bri-salurkan-kredit-rp903-14-triliun-evrQc5cXGR.jpg Dirut BRI Beserta Staf dalam Acara Pemaparan Kinerja Keuangan Triwulan III 2019 di Gedung BRI Pusat Jakarta, Kamis (24/10/2019) (Foto: dok. Okezone)

JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Persero Tbk terus menunjukkan kinerja positif diatas rata-rata industri perbankan nasional. Direktur Utama Bank BRI Sunarso menjelaskan salah satu penyokong utama kinerja BRI yakni penyaluran kredit yang tumbuh double digit diatas rata-rata industri.

Hingga akhir September 2019, BRI secara konsolidasi telah menyalurkan kredit senilai Rp903,14 triliun, tumbuh lebih tinggi dari industri sebesar 8,59% dengan NPL 3,08%.

"Segmen mikro tumbuh 13,23% year on year (yoy) dengan proporsinya mencapai sepertiga dari keseluruhan kredit BRI," tutur Sunarso dalam acara Pemaparan Kinerja Keuangan Triwulan III Tahun 2019 di Gedung BRI Pusat Jakarta, Kamis (24/10/2019).

Apabila dirinci, kredit mikro BRI tercatat Rp301,89 triliun, kredit konsumer BRI Rp137,29 triliun atau tumbuh 7,85% yoy, kredit ritel dan menengah Rp261,67 triliun atau tumbuh 14,80% yoy dan kredit korporasi BRI Rp202,30 triliun.

"Jika ditotal, porsi kredit UMKM mencapai 77,60% dari keseluruhan kredit BRI, dimana angka ini berhasil kami tingkatkan secara perlahan dan targetnya proporsi kredit UMKM bisa mencapai 80% di tahun 2022," ujarnya.

Selama Januari hingga September 2019, BRI berhasil menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp77,26 triliun kepada 3,6 juta debitur, dimana pencapaian ini setara dengan 88,83% dari alokasi penyaluran KUR yang di breakdown pemerintah di tahun 2019.

"BRI berkomitmen untuk terus fokus dalam melakukan ekspansi bisnis di segmen mikro dengan melakukan strategi go smaller, go shorter, go faster," paparnya.

Beberapa langkah nyata yang telah dilakukan BRI untuk memperkuat bisnis mikro diantaranya digitalisasi bisnis proses dengan menggunakan BRISPOT, penguatan big data segmen mikro, peningkatan kapasitas SDM serta melakukan rejuvenasi produk pinjaman mikro.

Selain itu, BRI juga memiliki strategi untuk terus memperluas customer base segmen mikro. Diantaranya melalui peningkatan kapasitas anggota Rumah Kreatif BUMN (RKB) BRI, program BRIncubator, pembentukan kluster unggulan di setiap kantor cabang BRI di seluruh Indonesia serta pemberdayaan penerima Kartu Tani dan Kartu Kusuka (Kartu Usaha Kelautan dan Perikanan).

Sementara untuk Dana Pihak Ketiga (DPK), Bank BRI berhasil menghimpun dana sebesar Rp959,24 triliun atau tumbuh 9,91% yoy lebih tinggi daripada industri sebesar 7,62% (menurut data OJK bulan Agustus 2019). Giro BRI tumbuh 21,77% yoy menjadi Rp171,85 triliun, tabungan BRI tumbuh 9,20% yoy menjadi Rp384,02 triliun dan deposito tumbuh 6,16% yoy menjadi Rp403,37 triliun. Pertumbuhan giro dan tabungan yang lebih tinggi dibandingkan deposito mampu mendongkrak dana murah (CASA) BRI. Pada kuartal III 2019 CASA BRI tercatat 57,95%, meningkat dibandingkan kuartal III 2018 sebesar 56,46%.

Dari sisi Fee Based Income (FBI), hingga akhir September 2019 BRI mampu tumbuh double digit sebesar 12,03% yoy atau sebesar Rp9,74 triliun dibandingkan dengan FBI kuartal III 2018 sebesar Rp8,69 triliun.

Hingga akhir kuartal III 2019 BRI mampu mencetak laba Rp24,80 triliun atau tumbuh 5,36% yoy dengan aset mencapai Rp1.305,67 triliun, atau tumbuh 10,34% yoy. Untuk rasio perbankan lainnya, LDR BRI tercatat 94,15% dan CAR 21,89%.

"Angka LDR ini kami nilai sangat moderat dan CAR yang cukup kuat untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan BRI di masa mendatang," pungkas Sunarso. (adv) (Wil)

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini