JAKARTA - Penggunaan mata uang dolar ke depannya akan semakin melemah. Pasalnya, ini disebabkan karena negara-negara akan semakin mengedepankan kepentingannya.
Institut Analisis Keamanan Global Anne Korin mengatakan, penggerak utama seperti China, Rusia dan Uni Eropa memiliki motivasi kuat untuk melakukan de-dollarisasi (mengganti penggunaan mata uang dolar).
"Kami tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, tetapi yang kami tahu adalah situasi saat ini tidak akan berkelanjutan," ujar Korin seperti dilansir dari CNBC.
