nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

IPO Saudi Aramco Terbesar di Jagat Raya, Valuasi Rp23.800 Triliun

Maylisda Frisca Elenor Solagracia, Jurnalis · Senin 18 November 2019 12:39 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 18 278 2131210 ipo-saudi-aramco-terbesar-di-jagat-raya-valuasi-rp23-800-triliun-kk2HakDX93.jpg Minyak. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Saudi Aramco resmi melepaskan sahamnya ke publik dan menjadikan perusahaan tersebut sebagai raksasa minyak. Valuasi Aramco bernilai USD1,7 triliun setara Rp23,8 kuadriliun atau Rp23.800 triliun (kurs Rp14.036).

Dalam sebuah pernyataan pada Minggu 17 November 2019, Saudi Aramco menjual sekitar 1,5% dari 200 miliar saham dalam privatisasi parsial untuk masing-masing antara 30 riyal Arab Saudi (USD8) dan 32 riyal (USD8,53).

Baca Juga: Saudi Aramco IPO pada 17 November 2019

Dengan demikian Aramco menjadi perusahaan yang paling menguntungkan di dunia, karena bernilai USD1,6 triliun hingga USD1,7 triliun. Ini juga menjadikan Aramco perusahaan paling berharga, melampaui Apple.

Pada tingkat penjualan saham diprediksi akan meningkat lebih dari USD25 miliar. Ini melampaui debut IPO Alibaba (BABA) pada 2014 di New York Stock Exchange, IPO terbesar di dunia sampai saat ini.

Saudi Aramco

Arab Saudi menjual saham di Aramco untuk pertama kalinya sebagai bagian dari rencana diversifikasi ekonomi. Ini bertujuan untuk membuat kerajaan berhenti dari ketergantungan penjualan minyak.

Aramco memiliki cadangan minyak yang banyak dan penghasilan dalam jumlah besar. Perusahaan ini memegang monopoli di Arab Saudi sebagai pengekspor minyak mentah terbesar di dunia. Pendapatan dari minyak ini menghasilkan keuntungan sebesar USD111 miliar pada tahun 2018, dan berjanji untuk membayar dividen tahunan sebesar USD75 miliar hingga 2024.

Baca Juga: Perdana di BEI, Saham Ginting Jaya Energi Naik 22,2%

Melansir CNN Business pada Senin (18/11/2019), Putra Mahkota Mohammed bin Salman dilaporkan meminta penjualan untuk Aramco mendekati USD2 triliun. Namun harga minyak yang rendah, krisis iklim, dan risiko geopolitik telah menimbulkan keraguan di kalangan investor internasional.

Sebanyak 0,5% dari perusahaan akan dijual kepada investor individu, sisanya ditawarkan kepada investor institusi. Mungkin Aramco akan bergantung pada keluarga lokal yang kaya, dana kekayaan negara yang simpatik, atau pelanggan besar seperti China yang mendaftar untuk membeli saham. Reuters melaporkan, Aramco tidak akan memasarkan IPO di luar negeri.

Harga untuk saham akan ditetapkan pada 5 Desember. Menurut prospektus Aramco, perdagangan di bursa saham Saudi diperkirakan akan dimulai pada akhir bulan ini.

Aramco mendaftarkan Bank of America (BAC), Goldman Sachs (GS), JPMorgan (JPM), Citigroup (C), Credit Suisse (CS), Morgan Stanley (MS), dan HSBC (HBCYF) sebagai penasihat keuangan dalam transaksi tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini