Pengusaha Indonesia Belum Maksimal Manfaatkan Perjanjian Perdagangan Bebas

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 19 November 2019 15:14 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 19 320 2131771 pengusaha-indonesia-belum-maksimal-manfaatkan-perjanjian-perdagangan-bebas-MTMVFV68vt.jpeg Kerjasama Perdagangan. (Foto: Okezone.com/Shuttertock)

JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai berbagai perjanjian perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA) yang dilakukan Indonesia dengan berbagai negara belum maksimal dimanfaatkan oleh pengusaha. Padahal perjanjian perdagangan menjadi peluang bagi pengusaha untuk mengembangkan bisnis.

“FTA belum sepenuhnya dipahami dan dapat dimanfaatkan secara baik oleh pengusaha Indonesia," ujar Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani dalam Rakernas Kadin di Menara Kadin, Jakarta, Selasa (19/11/2019).

 Baca Juga: 12 Perjanjian Dagang Ditargetkan Rampung Tahun Depan

Menurut Shinta, untuk dapat meningkatkan daya saing pengusaha Indonesia dalam pasar bebas, Kadin merekomendasikan pemerintah untuk melakukan feasibility study secara lengkap, baik sebelum dan selama proses perundingan FTA. Hal itu mencakup data market, demand, dan analisis dampak terkait dengan negosiasi FTA.

"Hal ini agar pemerintah dapat menetapkan posisi runding dan prioritas FTA yang sekiranya dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Indonesia,” kata dia.

Shinta juga merekomendasikan, konsultasi publik-swasta juga perlu dilaksanakan secara konsisten, berkelanjutan, dan sistematik, baik sebelum, selama, dan sesudah perundingan FTA. Dia menyebut, Kadin telah menerbitkan pedoman Public Private Consultation dan Penyusunan Position Paper.

kadin

“Kami juga merekomendasikan pemerintah untuk melakukan pengawasan pemenuhan komitmen FTA oleh negara mitra dan memberikan fasilitasi kepada pengusaha Indonesia yang mengalami kendala dalam pemanfaatan FTA di negara mitra,” ungkap dia.

Sementara itu, dalam upaya peningkatan pemanfaatan FTA, Kadin telah bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Luar Negeri, dan perwakilan negara mitra dengan melakukan berbagai rangkaian kegiatan untuk mensosialisasikan FTA yang sudah ada. Diantaranya Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA), Indonesia - EFTA Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE-CEPA), dan Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA).

Baca Juga: Bicara Perdagangan, Wapres JK: Tak Ada Negara yang Bisa Berdiri Sendiri

Shinta juga mengingatkan, pentingnya untuk pengusaha bisa memanfaatkan peluang yang diberikan oleh pemerintah melalui FTA dan perjanjian/peraturan antara Indonesia dengan berbagai negara mitra dagang.

"Pentingnya pelaku usaha di Indonesia bisa memanfaatkan peluang dari berbagai FTA dan perjanjian dagang lainnya," katanya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini