nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Minyak Bergerak 2 Arah karena Komentar Trump

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Rabu 04 Desember 2019 08:14 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 04 320 2137695 harga-minyak-bergerak-2-arah-karena-komentar-trump-7qOraPZrKp.jpg Harga Minyak Dunia Turun (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

NEW YORK - Harga minyak bergerak dua arah pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat ditopang ekspektasi penurunan produksi OPEC dan sekutunya serta pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut kesepakatan perdagangan dengan China mungkin tertunda.

Melansir Reuters, Jakarta, Rabu (4/12/2019), harga minyak mentah Brent LCOc1 berjangka turun 10 sen menjadi USD60,82 per barel. Sementara, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS CLc1 berjangka naik 14 sen menjadi USD56,10 per barel.

Baca Juga: Wall Street Babak Belur Imbas Pernyataan Trump soal Perang Dagang

Trump mengatakan perjanjian perdagangan AS-China mungkin harus menunggu sampai setelah pemilihan presiden pada November 2020. Hal ini mengabaikan harapan resolusi cepat terhadap perselisihan yang telah membebani ekonomi dunia.

"Saya tidak punya batas waktu, tidak," kata Trump kepada wartawan di London, di mana ia akan menghadiri pertemuan para pemimpin NATO. "Dalam beberapa hal, saya suka ide menunggu sampai setelah pemilihan untuk kesepakatan China," katanya.

Di sisi lain, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu-sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC + sedang membahas rencana untuk memperdalam pengurangan pasokan 1,2 juta barel per hari (bph) dengan tambahan 400.000 barel per hari dan memperpanjang pakta hingga Juni, dua sumber akrab dengan masalah tersebut.

Baca Juga: OPEC Pangkas Produksi, Harga Minyak Meroket 1%

Sementara, Arab Saudi juga mendorong rencana untuk meningkatkan pasar sebelum penawaran umum perdana milik pemerintah Saudi Aramco.

"Kami melihat kemungkinan keputusan seperti itu tetapi yang bisa membuktikan sementara jika kepatuhan di antara peserta lain tidak secara ketat dipatuhi hingga Tahun Baru," kata presiden Ritterbusch, Jim Ritterbusch.

Minyak

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini