nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wall Street Babak Belur Imbas Pernyataan Trump soal Perang Dagang

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Rabu 04 Desember 2019 08:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 04 278 2137693 wall-street-babak-belur-imbas-pernyataan-trump-soal-perang-dagang-XSkPL8DYSH.jpg Wall Street Melemah (Foto: Reuters)

NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street babak belur pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat imbas tak semakin jelasnya perdamaian perang dagang fase I AS dengan China.

Baca Juga: Wall Street Dibuka Anjlok Hampir 1%

Melansir Reuters, Jakarta, Rabu (4/12/2019), indeks Dow Jones Industrial Average turun 280,23 poin atau 1,01% menjadi 27.502,81, indeks S&P 500 turun 20,67 poin, atau 0,66% menjadi 3.093,2 dan indeks Nasdaq Composite turun 47,34 poin atau 0,55% menjadi 8.520,64.

Saham-saham blue chip di indeks Dow mengalami hari terburuknya sejak 8 Oktober, dan ketiga indeks saham utama mundur lebih jauh dari rekor tertinggi pekan lalu.

Baca Juga: Wall Street Lesu karena Kegelisahan Ekonomi dan Perang Dagang

Hal ini dikarenakan pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut kesepakatan perang dagang mungkin harus menunggu sampai pemilihan presiden pada 2020.

 Ilustrasi wall street

Selain itu, Sekretaris Perdagangan Wilbur Ross mengkonfirmasi bahwa tarif baru pada impor China akan berlaku pada 15 Desember sesuai jadwal, kecuali jika ada kemajuan besar yang dibuat.

Belum lagi sentimen soal ancaman pembalasan Perancis atas kemungkinan tugas baru AS atas produk Prancis, itu sendiri merupakan pembalasan terhadap usulan pajak digital Prancis.

"Kemunduran dalam negosiasi perdagangan China, ditambah dengan tarif pada Perancis sehubungan dengan pajak digital dan tarif untuk Brasil dan Argentina untuk baja, ketika Anda menambahkan bahwa itu mengecewakan pasar," kata wakil presiden senior di Wedbush Securities di San Francisco Stephen Massocca.

"Dampak jangka panjang dari negosiasi ini bisa sangat positif, tetapi implikasi jangka pendek menandakan perlambatan ekonomi dan itu tidak dilihat dengan baik oleh pasar," tambah Massocca.

 Ilustrasi wall street

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini