Jadi IPO terbesar, Saudi Aramco Raup Rp353 Triliun

Fabbiola Irawan, Jurnalis · Jum'at 06 Desember 2019 12:32 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 06 278 2138686 jadi-ipo-terbesar-saudi-aramco-raup-rp353-triliun-wizBxquIVN.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Arab Saudi baru saja melakukan penawaran umum saham terbesar dalam sejarah. Ia mendapatkan USD25,5 miliar atau Rp353 triliun (kurs Rp13.821 per USD) dengan menjual saham minyaknya.

Saudi Aramco menjual 3 miliar lembar saham dengan harga 32 riyal atau USD8,53 atau Rp117.898 pada IPO. Itu berarti kesepakatan Saudi Aramco lebih besar dari saham IPO Alibaba (BABA) dalam debut publiknya pada 2014 lalu.

Baca juga: Perdana di BEI, Saham Ginting Jaya Energi Naik 22,2%

Saat ini, nilai IPO Aramco mencapai USD1,7 triliun atau Rp23.496 triliun. Membuatnya mengungguli perusahaan Apple (AAPL) yang hanya berkisar USD1,15 triliun atau Rp15.894 triliun. Melansir CNN, Jumat (6/12/2019), Saudi Aramco mengatakan bulan lalu, pihaknya bertujuan untuk menjual sekitar 1,5% dari 200 miliar sahamnya.

Walaupun memecahkan rekor baru, IPO Aramco masih jauh dari harapan awal. Debut bursa ini juga direncanakan untuk mendanai visi tahun 2030 milik Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk mengatur minyak dan mengembangkan sektor ekonomi lainnya, sambil memberi sinyal ke perusahaan multinasional dan investor asing bahwa Arab Saudi terbuka untuk bisnis.

grafik

Pada 2018 Pemerintah Saudi pada awalnya hanya membahas 5% saham perusahaan yang akan menghasilkan sebanyak USD100 miliar. Hal itu melihat pasar internasional seperti New York, London, atau Riyadh. Namun, proyek itu ditangguhkan karena melihat kekhawatiran tentang hukum di AS, keraguan tentang penilaian USD2 triliun yang dilaporkan dicari oleh bin Salman, dan kemarahan internasional yang dipicu pembunuhan jurnalis Jamal Kshashoggi.

Kemudian, kesepakatan itu kembali dimunculkan setelah penjualan obligasi Aramco tergolong sukses. Namun, masih ada saja investor internasional yang kurang yakin untuk membeli saham Aramco. Kekhawatiran mereka berkutat pada harga minyak yang rendah, krisis iklim, dan risiko geopolitik.

grafik

Kerajaan Arab Saudi juga sangat bergantung kekayaan warga Saudi, dana kerajaan, dan bahkan pelanggan besar seperti Cina yang mendaftar untuk membeli saham.

Ini membantu Aramco untuk membayar dividen tahunan sebesar USD75 miliar atau Rp1036 triliun hingga tahun 2024. Saham Aramco juga diperkirakan akan mulai diperdagangkan pada bursa Tadawul di Riyadh akhir bulan ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini