nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bank Wakaf Sudah Salurkan Kredit Rp31,5 Triliun hingga Oktober 2019

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 10 Desember 2019 16:06 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 10 320 2140252 bank-wakaf-sudah-salurkan-kredit-rp31-5-triliun-hingga-oktober-2019-SOgu3oyVYs.jpg Rupiah (Reuters)

JAKARTA - Pemerintah terus melakukan akselerasi pada literasi dan inklusi keuangan. Salah satu caranya adalah dengan menyalurkan kredit atau pembiayaan kepada para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) seperti Bank Wakaf.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, hingga Oktober 2019 terdapat 55 bank wakaf mikro di Indonesia. Bank wakaf mikro tersebut telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp31,5 triliun.

 Baca juga: Penambahan Bank Wakaf Mikro Tergantung Modal Sosial

"Per Oktober sudah terdapat 5,5 juta bank wakaf mikro di Indonesia. Total penyaluran pembiayaannya sebesar Rp31,5 triliun," ujarnya saat ditemui di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Menurut Airlangga, bank wakaf mikro merupakan jenis pembiayaan yang disalurkan untuk masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Rata-rata maksimal pinjaman yang disalurkan oleh bank wakaf biasanya adalah Rp5 juta.

Baca juga: Bank Wakaf Mikro Sudah Salurkan Pembiayaan Rp9,72 Miliar

"Program yang bisa jangkau UMKM adalah bank wakaf mikro di bawah pengawasan OJK. Bank wakaf mikro tanpa agunan, dan nilai maksimum Rp5 juta dengan margin setara 3% ," jelasnya.

Mantan Menteri Perindustrian itu menambahkan, selain lewat bank wakaf, nantinya pemerintah juga akan membuat aturan khusus untuk mendorong inklusi keuangan. Nantinya aturan ini akan mengatur mengenai keuangan inklusif yang mengatur ekosistem keuangan selain bank wakaf mikro.

Baca juga: Presiden Jokowi: Bank Wakaf Mikro Kembangkan Ekonomi Umat

"Regulasi soal keuangan inklusif, di mana nanti akan diimplementasikan bagi ekosistem keuangan mikro selain bank wakaf mikro, seperti KUR, jaring, laku pandai, dan koordinasi dana desa," jelas Airlangga

Airlangga berharap agar pemerintah daerah mampu mendorong masyarakat memanfaatkan pembiayaan yang telah disiapkan. Khususnya yang berkaitan dengan pembukaan rekening tabungan dan juga penyaluran pinjaman.

"Tim percepatan akses keuangan daerah memiliki peran penting di daerah. TPAKD menyebar di 34 provinsi, diharapkan bisa perluas akses dan dukung kontribusi jasa keuangan ke perekonomian," jelasnya.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini