JAKARTA - Pemerintah akan segera menambah dana subsidi skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak Rp2 triliun, yang diharapkan dapat diserap untuk 15.000-20.000 ribu rumah sampai akhir tahun ini.
Baca Juga: Dana Tambahan FLPP Rp2 Triliun Cair Paling Lambat Hari Senin
"FLPP tahun ini ditambah, ditarik dari dana percepatan 2020 ditarik ke 2019. Kita siapkan tambahan sampai Rp2 triliun. Terserah nanti pasar serapnya berapa. Itu kesiapan rumahnya," ujar Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR Eko Heripurwanto, di Hotel Ambara Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Dia memperkirakan dengan tambahan Rp2 triliun ini nantinya bisa tambah 15.000-20.000 rumah, apabila terserap semua. Di mana Kementerian PUPR tercatat sudah merealisasikan 76 ribu unit rumah pada tahun ini.
Baca Juga: Kantongi Rp2 Triliun, BTN Alokasikan untuk Subsidi 20.000 Rumah
"Jadi, 76 ribu realisasi itu di luar tambahan Rp2 triliun. Karena ada pengembalian pokok yang dipercepat dan ada asumsi rata-rata harga jual ini di bawah asumsi tahun kemarin. Maka bisa melayani lebih banyak," ungkap dia.
Dia juga memastikan bahwa pada tahun depan atau tahun 2020, anggaran Kementerian PUPR sekitar 100 ribu unit. "Itu tergantung situasi bagaimana rumah yang dimintakan," kata dia.
Sebelumnya, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) memastikan pencairan tambahan kuota rumah subsidi dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk tahun ini akan segera cair. Rencananya surat ini akan ditandatangani hari ini atau paling lambat pada Senin 2 Desember 2019.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.