Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Temui Putera Mahkota UEA, Menko Luhut Bawa Pesan Presiden Jokowi

Vania Halim , Jurnalis-Senin, 16 Desember 2019 |12:56 WIB
Temui Putera Mahkota UEA, Menko Luhut Bawa Pesan Presiden Jokowi
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Dok. Kemenko Maritim dan Investasi)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan melaksanakan pertemuan bilateral dengan Putera Mahkota UEA, Pangeran Mohammed bin Zayed bin Sultan Al Nahyan di Abu Dhabi, Senin (16/12/2019). Menko Luhut dan tim membawa pesan dari Presiden bahwa pertemuan ini adalah persiapan awal untuk kunjungan kenegaraan Presiden bulan Januari mendatang.

“Kami membawa pesan dari Presiden, dan ini adalah persiapan awal untuk kunjungan kenegaraan Presiden pada bulan Januari mendatang. Pertemuan ini juga untuk memastikan bahwa kerja sama G to G (Governement to Government) dan kesepakatan bisnis telah tersampaikan dan berjalan dengan baik,” ujar Menko Luhut Melansir dari web Kementerian Maritim dan Investasi, seperti dikutip dari keterangan terulis laman Kemenko Maritim, Senin (16/12/2019).

Baca Juga: Menko Luhut Soroti Generasi Kuntet dan Sampah

Selain itu, pertemuan ini juga untuk mempersiapkan MoU untuk mendukung pembangunan Infrastruktur di Indonesia, dimana ADIA (Abu Dhabi Investment Authority) akan menjadi partner penting bagi Indonesia. Beberapa MoU yang akan ditandatangani antara lain di bidang energi, kesehatan, pendidikan, dan Sovereign Wealth Fund (SWF).

“Indonesia saat ini juga sedang memproses Omnibus Law untuk memberikan kepastian hukum bagi SWF ini,” tambahnya.

Luhut

Di bidang petrokimia dan petroleum, beberapa kerja sama yang telah disepakati adalah, kesepakatan antara Pertamina dan Adnoc untuk pengembangan kilang di Balongan, antara Masdar dan PLN untuk kesepakatan pembangunan panel tenaga surya terapung 145 GW, antara Pertamina dan Mubadala untuk pengembangan kilang di Balikpapan, antara EGA dan Inalum untuk pengembangan smelter dan hydropower berbasis 500.000 ton per tahun aluminium smelter di Kalimantan Utara dan antara Chandra Asri dan Adnoc dengan kontrak jangka panjang.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement