Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kekesalan Jokowi: Kilang Minyak Tak Jadi Satupun, Impor Migas Terus-terusan

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Senin, 16 Desember 2019 |18:20 WIB
   Kekesalan Jokowi: Kilang Minyak Tak Jadi Satupun, Impor Migas Terus-terusan
Presiden Jokowi (Foto: Okezone.com)
A
A
A

Padahal, lanjut Presiden, misalnya gas, sebetulnya batu bara bisa disubtitusi menjadi gas, sehingga tidak perlu impor LPG. Presiden juga mempertanyakan, kebijakan impor batu bara di tengah berlimpahya produksi dalam negeri. Demikian juga dengan impor minyak, Presiden Jokowi mempertanyakan, sumur-sumur masih banyak kenapa tidak digenjot produksinya, karena masih ada yang senang impor minyak.

“Saya pelajari secara detail, ini enggak, ini enggak, enggak benar kita ini. Avtur masih impor padahal CPO, CPO Crude Palm Oil itu bisa juga dipindah menjadi avtur. Lha kok kita senang impor avtur ya karena ada yang hobinya impor, karena untungnya gede,” ungkap Presiden.

 Baca Juga: Jokowi Kesal Sudah 5 Tahun Tidak Ada Pembangunan Kilang Minyak

Menurut Presiden, transformasi ekonomi di Indonesia mandek gara-gara hal-hal seperti ini. Nikel impor material-materialnya terus. Bauksit impor material-materialnya terus berpuluh-puluh tahun. “Ini yang harus diubah menjadi barang jadi atau setengah jadi minimal. Kalau ini bisa kita lakukan target saya 3 tahun ini harus rampung hal-hal yang tadi saya sampaikan,” tegas Presiden Jokowi.

“Goal kita ke sana, masak kita 34 tahun enggak pernah yang membangun kilang minyak. kalau kita bisa bangun kilang minyak itu nanti turunannya banyak sekali. Petrokimia itu nggak usah impor,” tutur Presiden seraya menambahkan, impor petrokimia ini besar sekali Rp323 triliun.

(Dani Jumadil Akhir)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement