nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bea Masuk Impor E-Commerce Turun Jadi USD3, DJBC: Ini Perlakuan Adil

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 27 Desember 2019 14:17 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 27 20 2146580 bea-masuk-impor-e-commerce-turun-jadi-usd3-djbc-ini-perlakuan-adil-DJ6LJ3EHQr.jpg Ecommerce (Reuters)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai resmi turunkan ambang batas harga barang yang kena bea masuk barang impor lewat e-commerce. Di mana, penurunan tersebut dari USD75 per pengiriman per hari menjadi USD3.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu Heru Pambudi mengatakan, pihaknya ingin barang lokal dan impor yang ada di e-commerce harus diperlakukan adil. Sebab, barang lokal juga sudah membayar pajak.

 Baca juga: Barang Impor Rp45.000 Kena Pajak, UMKM Bakal Untung?

"Sementara mayoritas barang dari impor itu hanya dikenakan untuk biaya USD75 per pengiriman. Jadi tidak fair apabila barang impor di e-commerce yang dikenakan hanya USD75. Sedangkan barang lokal juga bayar pajak," ujar dia di kantornya, Jumat (27/12/2019).

 Ecommerce (Shutterstock)

Dia menjelaskan sentra kulit pada e-commerce mayoritas produk impor di bawah USD75 atau sebesar Rp1,05 Juta. Menurutnya, dengan uang senilai itu, bisa dibeli sepatu produsen di Tanggulangin dan Cihampelas.

 Baca juga: Bea Masuk Barang Impor E-Commerce Turun Jadi USD3, Asosiasi: Kami Ajukan USD25

"Mereka juga bayar pajak semua. Belum harus sewa kios, membayar petugas yang jaga kios dan membayar bahan baku yang mereka beli. Kita berharap masyarakat bisa mendukung saudara kita yang tumbuh dari produksi sendiri," ungkap dia.

Sebelumnya, Ketua Umum iDea, Ignatius Untung mengatakan, pihaknya sempat dilibatkan dalam diskusi perubahan aturan. Dirinya menyatakan besaran yang ditetapkan pemerintah tidak sesuai dengan usulannya.

 Baca juga: Pajak Impor Barang Kiriman E-Commerce Rp45.000, Ini Faktanya!

"Waktu itu wacananya mau diturunkan ke USD50, kami saran USD25. Ternyata malah lebih rendah lagi," jelas Ignatius kepada Okezone.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini