Ditemukan juga bahwa ada sekitar 40% orang dalam dua kelompok ini menggunakan alat investasi digital atau investasi online. Hal ini berbeda jika kita bandingkan dengan seperempat dari orang kaya yang baru muncul.
"Studi ini menunjukkan bahwa banyak yang memilih rekening tabungan untuk menambah kekayaan mereka, yang memberi perlindungan modal dan likuiditas dengan mengorbankan pengembalian begitu inflasi diperhitungkan." ungkap Kepala perbankan ritel Standard Chartered di Singapura Dwaipayan Sadhu.
Pihak bank memprediksi, ketiga kelompok ini cenderung memiliki tabungan pensiun yang tidak mencukupi untuk mempertahankan gaya hidup mereka. Hal ini terlepas dari kemakmuran mereka.
Berdasarkan perkiraan usia harapan hidup 91 tahun, laporan tersebut memperkirakan bahwa responden Singapura akan memiliki pendapatan sekitar 9.000 dolar Singapura atau setara dengan Rp92 juta per bulan selama masa pensiun. Hal ini lebih kecil jika dibandingkan dengan rata-rata pengeluaran bulanan mereka saat ini, yaitu sekitar 17.000 dolar Singapura atau sekira Rp175 juta.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.