nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Perbedaan Orang Kaya Baru dengan yang Lama di Singapura

Hairunnisa, Jurnalis · Minggu 29 Desember 2019 20:12 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 29 320 2147189 ini-perbedaan-orang-kaya-baru-dengan-yang-lama-di-singapura-vqHLP3wcdM.jpg Dolar Singapura (Reuters)

JAKARTA - Saat ini, orang kaya mempunyai banyak jenisnya yang terlihat dari tingkat kekayaannya. Biasanya, dikategorikan antara orang kaya baru dengan orang yang sudah mencapai kesejahteraan.

Namun, apa yang menjadi perbedaan antara orang kaya baru dengan orang kaya yang sebenarnya?

Wealth Expectancy Report bank 2019, yang diterbitkan pada hari Kamis (19 Desember) mensurvei 10.000 individu yang kaya, makmur, dan bernilai tinggi di seluruh Asia - termasuk 976 dari Singapura. Di mana, survei tersebut melihat dari kebiasaan menabung dan berinvestasi.

Baca juga:  Peristiwa Tak Terlupakan dari Para Miliarder Dunia Dalam 1 Dekade Terakhir, Apa Saja?

Melansir Businessinsider, Jakarta, Minggu (29/12/2019), berkaca dari Singapura, orang kaya baru terlihat dari penghasilannya antara 5.000 dolar singapura atau setara dengan Rp51,6 juta (dalam kurs Rp10.321 per dolar Singapura) sampai dengan 10.600 dolar Singapura atau setara dengan Rp109 juta per bulan.

 Dolar Singapura

Sedangkan, di Singapura masyarakat yang dipanggil dengan sebutan orang kaya lama jika berpenghasilan di atas 10.600 dolar Singapura atau setara dengan Rp109 juta per bulan. Sementara itu orang-orang yang berpenghasilan lebih tinggi lagi yakni orang paling kaya, akan memiliki aset di atas senilai 1,3 juta dolar singapura atau setara dengan Rp13,4 miliar.

 Baca juga: Orang Terkaya di Jepang Keluar dari SoftBank

Biasanya tujuan utama bagi orang kaya baru di Singapura adalah menabung untuk pensiun. Sementara itu orang kaya lama akan memprioritaskan menabung uang mereka pada investasi properti agar bernilai tinggi dan juga untuk waktu yang lama.

Lebih dari 70% penduduk Singapura yang makmur menggunakan rekening tabungan untuk melakukan investasi. Di mana, 20%-nya digunakan untuk investasi real estat (Real Estate Investment Trust/Reits).

 Baca juga: Sederet Miliarder Tambah Kaya, Kekayaan Bos Louis Vuitton Naik Rp560 Triliun

Sementara itu, individu yang lebih kaya dan memiliki properti yang bernilai tinggi memarkir tabungan mereka dalam ekuitas dan Real Estate adalah sebuah langkah yang bisa membantu mereka menambah kekayaan lebih cepat.

Ditemukan juga bahwa ada sekitar 40% orang dalam dua kelompok ini menggunakan alat investasi digital atau investasi online. Hal ini berbeda jika kita bandingkan dengan seperempat dari orang kaya yang baru muncul.

"Studi ini menunjukkan bahwa banyak yang memilih rekening tabungan untuk menambah kekayaan mereka, yang memberi perlindungan modal dan likuiditas dengan mengorbankan pengembalian begitu inflasi diperhitungkan." ungkap Kepala perbankan ritel Standard Chartered di Singapura Dwaipayan Sadhu.

Pihak bank memprediksi, ketiga kelompok ini cenderung memiliki tabungan pensiun yang tidak mencukupi untuk mempertahankan gaya hidup mereka. Hal ini terlepas dari kemakmuran mereka.

Berdasarkan perkiraan usia harapan hidup 91 tahun, laporan tersebut memperkirakan bahwa responden Singapura akan memiliki pendapatan sekitar 9.000 dolar Singapura atau setara dengan Rp92 juta per bulan selama masa pensiun. Hal ini lebih kecil jika dibandingkan dengan rata-rata pengeluaran bulanan mereka saat ini, yaitu sekitar 17.000 dolar Singapura atau sekira Rp175 juta.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini