nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PGN Gelar RUPSLB 21 Januari 2020, Arcandra Tahar Diangkat Jadi Komut?

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 30 Desember 2019 15:46 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 30 278 2147454 pgn-gelar-rupslb-21-januari-2020-arcandra-tahar-diangkat-jadi-komut-Zz7rwAyIh5.jpg Arcandra (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Selasa 21 Januari 2020 mendatang. Dalam agenda RUPSLB itu ada pembahasan mengenai perubahaan jajaran Dewan Komisaris.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (30/12/2019),mata acara ini berdasarkan Surat Pertamina (Persero) Nomor R-278/C00000/2019-50 tanggal 4 Desember 2019 permintaan RUPSLB yang merujuk kepada Surat Menteri Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia Nomor SR-886/MBU/11/2019 tanggal 22 November 2019. Dalam surat tersebut, RUPSLB ini memiliki agenda tunggal yakni perubahan dewan komisaris perseroan.

 Baca juga: Arcandra Tahar Masuk Bursa Bos PGN

Nantinya RUPSLB itu akan diselenggarakan di komplek perkantoran PGN, Jakarta. RUPSLB akan berlangsung mulai pukul 14.00 WIB hingga 16.00 WIB.

 PGN

Sementara itu sebelumnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membuka peluang Mantan Wakil Menteri Energi dan SUmber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar untuk masuk dalam jajaran pejabat perusahaan plat merah. Rencananya, Arcandra akan dimasukan ke dalam jajaran pejabat PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk.

 Baca juga: RI Mulai Ekspor LNG ke China

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, pihaknya memangg sudah memasukan nama Arcandra Tahar ke dalam bursa bos PGN. Hanya saja, dirinya belum mengetahui apakah nantinya akan mengisi jajaran Dewan Komisaris atau Direksi.

“Masuk bursa ya masuk, tapi belum tahu Direksi atau Komisaris,” ujar Arya beberapa waktu lalu.

 Baca juga: PGN Ingin Naikkan Harga Gas, Plt Dirjen Migas: Kita Lagi Cek

Menurut Arya, urusan penempatan akan diputuskan oleh Tim Penilai Akhir (TPA) yang mana diketuai oleh Presiden Joko Widodo. Oleh karena itu, dirinya menyebut penilaian mengenai posisi Direksi dan Komisaris masih terus berlangsung.

“Tergantung di Direksi TPA, kalau Komisaris lain lagi,” ucapnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini