nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tegas! Erick Thohir Ancam BUMN Sulap-sulapan Laporan Keuangan

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 09 Januari 2020 19:50 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 09 320 2151218 tegas-erick-thohir-ancam-bumn-sulap-sulapan-laporan-keuangan-mTgBfTGzuI.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan, pihaknya ke depan bakal menertibkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good coorporate governance/GCG) pada perusahan-perusahaan BUMN, sehingga tak ada lagi BUMN yang bisa melakukan rekayasa laporan keuangan menjadi untung atau window dressing,

"Makanya kami ada Deputi Keuangan BUMN untuk tertibkan ini, ke depan kita push tidak ada lagi BUMN laporan keuangan yang sulap-sulapan," ujar Erick ditemui di Gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (9/1/2020).

Baca Juga: BPK Nyatakan Jiwasraya Rekayasa Laporan Keuangan Sejak 2006

Dia menyatakan, pengawasan ketat juga akan dilakukan untuk memastikan investasi yang dilakukan BUMN pada aset yang berkualitas baik, bukan investasi yang abal-abal yang malah membuat kerugian pada negara. Seperti yang kini tengah terjadi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero), investasi pada saham gorengan membuat perusahaan pelat merah ini gagal bayar.

"Saya tidak mau revaluasi aset di BUMN terus langsung perusahaannya jadi untung, padahal enggak ada cash-nya, lalu dia terbitkan utang baru, utangnya di investasikan ke proyek enggak visible,"katanya.

Baca Juga: BPK Segera Audit Investigasi Kebobrokan Jiwasraya

Oleh sebab itu, salah satu upaya Kementerian BUMN untuk meningkatkan tata kelola perusahaan yang baik adalah dengan mendorong banyak perusahaan BUMN menjadi perusahaan terbuka atau go public. Lantaran, dengan menjadi perusahaan terbuka maka pengawasannya akan lebih ketat, tak hanya dari pemerintah tapi juga otoritas pasar modal hingga masyarakat.

"Itu salah satu metode supaya good coorporate governance dari BUMN terjaga. Kalau go public semua orang mengawasi, tidak hanya kami, publik, dan sebagainya," kata dia.

 Erick Thohir

Sebelumnya, tercatat dua BUMN yang melakukan rekayasa laporan keuangan dari seharusnya membukukan rugi malah menjadi laba, yakni PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Garuda dalam laporan keuangan tahun 2018 seharusnya membukukan rugi senilai USD244,95 juta, namun malah mencatatkan laba bersih senilai USD809,84 ribu. Sedangkan Jiwasraya tercatat sudah melakukan pemolesan laporan keuangan sejak tahun 2006.

Teranyar pada laporan keuangan tahun 2017 Jiwasraya membukukan laba bersih sebesar Rp360,3 miliar, namun laporan keuangan tersebut memperoleh opini tidak wajar dari BPK. Lantaran adanya kekurangan pencadangan sebesar Rp7,7 triliun, sehingga jika pencadangan dilakukan sesuai ketentuan maka perusahaan seharusnya menderita kerugian.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini