nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tumbuh Melambat, Penyaluran Kredit Kuartal I-2020 Lebih Ketat

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 16 Januari 2020 18:34 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 16 320 2153908 tumbuh-melambat-penyaluran-kredit-kuartal-i-2020-lebih-ketat-3Nbv8lV0vd.jpg Kredit 2020 (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Survei Perbankan Bank Indonesia mengindikasikan pertumbuhan triwulanan kredit baru meningkat pada triwulan IV-2019 dan diperkirakan melambat pada triwulan I-2020.

Baca Juga: Menko Airlangga Beberkan Penyebab Kredit Perbankan Tumbuh Melambat di 2019

Perkembangan tersebut tercermin dari saldo bersih tertimbang (SBT) permintaan kredit baru pada triwulan IV-2019 sebesar 70,6%, lebih tinggi dibandingkan 68,3% pada triwulan sebelumnya namun lebih rendah dari 71,7% pada triwulan IV-2018.

Melansir keterangan resmi BI, Jakarta, Kamis (16/1/2020), berdasarkan jenis penggunaan, meningkatnya permintaan kredit baru bersumber dari kredit investasi dan kredit konsumsi. Pada triwulan I-2020 kredit baru diperkirakan tumbuh melambat. Perlambatan dimaksud ditengarai sejalan dengan masih melambatnya aktivitas perekonomian.

Baca Juga: Kredit Perbankan Cuma Tumbuh 6,08% sepanjang 2019

Sejalan dengan perkiraan melambatnya pertumbuhan kredit baru, kebijakan penyaluran kredit pada triwulan I-2020 diperkirakan lebih ketat, terindikasi dari Indeks Lending Standard (ILS) sebesar 12,8%, lebih tinggi dibandingkan 10,6% pada triwulan sebelumnya.

Pengetatan standar penyaluran kredit terutama akan dilakukan untuk jenis kredit investasi, kredit modal kerja, dan kredit UMKM, dengan aspek kebijakan penyaluran kredit yang akan diperketat yaitu jangka waktu kredit dan persyaratan administrasi.

Hasil survei mengindikasikan responden tetap optimis terhadap pertumbuhan kredit untuk keseluruhan tahun 2020. Responden memperkirakan pertumbuhan kredit pada 2020 sebesar 9,4% (yoy). Optimisme tersebut antara lain didorong oleh ekspektasi responden bahwa risiko penyaluran kredit dan rasio kecukupan modal yang relatif terjaga.

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini