Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

IPO, Saham Diamond Food Menguat 50% dan Langsung Kena Autorejection

Widi Agustian , Jurnalis-Rabu, 22 Januari 2020 |11:52 WIB
IPO, Saham Diamond Food Menguat 50% dan Langsung Kena <i>Autorejection</i>
IPO (Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - PT Diamond Food Indonesia Tbk (DMND) menjadi perusahaan ke-7 yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Harga perdana saham ini ditetapkan sebesar Rp915 per saham.

Di debut perdananya, harganya langsung menguat Rp455 atau 50% Rp1.370 saat pembukaan perdagangan Rabu (22/1/2019).

 Baca juga: Tamu Baru BEI, Ashmore Asset Management Melantai Pagi Ini

Saham ini pun langsung kena autorejection. Sistem autorejection ini mengatur batasan naik dan turun dalam sehari. Antara lain sebesar 35% bagi saham dengan harga Rp50-Rp200, sebesar 25% bagi saham dengan rentang Rp200-Rp5.000, dan 20% bagi saham dengan rentang harga di atas Rp5.000.

Adapun pada saat pencatatan saham perdana, berlaku dua kali lipatnya.

 Baca juga:27 Perusahaan Siap Melantai di Bursa, Ini Daftarnya

Melalui proses IPO ini, perseroan akan menerbitkan saham baru sebanyak 1.158,36 juta saham termasuk saham yang diterbitkan dalam rangka pelaksanaan Convertible Bond dan memperoleh dana untuk meningkatkan modal saham sebesar Rp1,15 triliun.

Direktur Utama Diamond Food Chen Tsen Nan mengungkapkan sekitar 20% dana hasil IPO akan digunakan untuk modal kerja guna mendukung kegiatan operasional DFI dan sekitar 80% akan digunakan DFI untuk penyetoran modal kepada salah satu perusahaan anak DFI yaitu PT Sukanda Djaya untuk modal kerja pembelian persediaan.

Baca juga: Usai IPO, Pigijo Fokus Target Cetak Laba pada 2026

"Hal ini mengingat kontribusi PT Sukanda Djaya untuk periode 7 bulan yang berakhir pada 31 Juli 2019 memberikan kontribusi sebesar 77,1% dari pendapatan konsolidasian Grup Diamond," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Rabu (22/1/2019).

Diamond Food Indonesia merupakan perusahaan yang menjalankan industri dan distribusi produk makanan dan minuman melalui anak usahanya dan jasa konsultasi managemen.

Grup Diamond mulai beroperasi pada tahun 1973 sebagai produsen es krim, yang dikenal dengan nama es krim “Diamond”. Perkembangan dan transformasi menjadikan Grup Diamond berkembang menjadi perusahaan yang menjual produk consumer dengan platform terintegrasi.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement