Usai IPO, Pigijo Fokus Target Cetak Laba pada 2026

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 08 Januari 2020 13:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 08 278 2150610 usai-ipo-pigijo-fokus-target-cetak-laba-pada-2026-Dkt3FcvAo1.jpg Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - PT Tourindo Guide Indonesia Tbk (PGJO), perusahaan pengelola platform Pigijo menargetkan bisa meraup laba di tahun 2026 usai mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI). Seperti startup pada umumnya, Pigijo masih membukukan rugi.

Mengutip prospektus PGJO, hingga akhir Juni 2019 perseroan masih membukukan rugi bersih sebesar Rp1,75 miliar.

CEO Tourindo Guide Indonesia Claudia Ingkiriwang menyatakan, usai initial public offering (IPO) perusahaan bakal fokus pada pemasaran (marketing) guna meningkatkan transaksi di platform tersebut. Tahun sebelumnya perseroan sudah fokus dalam membangun platform dan menggaet mitra.

Baca juga: Perdana di BEI, Saham Ginting Jaya Energi Naik 22,2%

"Kami berharap sudah bisa mencatatkan laba di tahun ke-6 (setelah IPO). Jadi kami sudah membuat proyeksi bisnis yang cukup hati-hati namun berkelanjutan," ujarnya ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (8/1/2020).

Saat ini jangkauan dan jaringan wisata Pigijo mencakup 34 provinsi. Meliputi 66 asisten pariwisata, 1.276 rental mobil, 407 guest house, 3.123 kegiatan lokal, dan 4.820 destinasi.

Claudia pun menargetkan pada tahun 2020 Pigijo bisa meraih 180.000 transaksi dari para pelanggannya. Seiring dengan target 10%-20% wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia bisa menggunakan aplikasi Pigijo.

IHSG

Adapun berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah kunjungan wisman ke Indonesia sepanjang Januari-November 2019 mencapai 14,92 juta kunjungan.

"Tentunya untuk mencapai ini kami akan berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata, kami memang berharap dari segmen market itu kira-kira 10%-20% wisman akan terbantu oleh Pigijo di 2020," katanya.

Sebelumnya, Pigijo telah mencatatkan saham perdana pada perdagangan pagi ini, Rabu (8/1/2020) dengan sebanyak-banyaknya 150 juta saham baru kepada publik. Nilai saham yang ditawarkan sebesar Rp80 per saham. Dengan demikian, lewat aksi korporasi tersebut perusahaan bakal meraup dana segar sebesar Rp12 miliar.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini