Harga Minyak Turun Imbas Melonjak Pasokan AS

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 22 Januari 2020 08:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 22 320 2156408 harga-minyak-turun-imbas-melonjak-pasokan-as-7mC7o0oVPX.jpg Harga Minyak Turun. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - Harga minyak turun pada hari Selasa (Rabu pagi) menyusul adanya ekspektasi tambahan pasokan global dari Amerika Serikat (AS). Hal ini cukup membantu mengingat beberapa pasokan global sedikit terganggu akibat pemangkasan produksi minyak mentah Libya.

Mengutip Reuters, kontrak berjangka Brent LCOc1 turun 20 sen menjadi USD64,59 per barel. Minyak mentah AS CLc1 turun 20 sen, atau 0,3%, menjadi USD58,38 per barel.

Baca Juga: Harga Minyak Naik Dipicu Penutupan Dua Basis Produksi di Libya

Manajer risiko senior untuk tim energi INTL FCStone Brayton Tom diakui produksi minyak Libya sangat berlimpah. Hanya saja, produksi minyak ini belum tentu akan bisa diandalkan untuk menjadi pasokan dunia.

"Pada akhirnya kapasitas cadangan berlimpah di wilayah ini," ucapnya.

Hampir semua kapasitas ekspor minyak mentah Libya sekarang berada di bawah force majeur Dan pengabaian kewajiban kontrak setelah pemblokiran pipa di timur dan barat negara itu menghambat produksi minyak.

Baca Juga: Harga Minyak Stagnan Usai Kesepakatan Dagang AS-China

"Jika penghentian ekspor minyak mentah Libya bisa berlanjut, tangki penyimpanan akan terisi dalam beberapa hari dan produksi akan melambat menjadi 72.000 barel per hari (bpd)," kata juru bicara perusahaan minyak negara NOC.

Setidaknya, Libya telah menghasilkan sekitar 1,2 juta barel per hari baru-baru ini.

Sementara untuk kerusuhan anti pemerintah di Irak, semula dikhawatirkan akan menganggu produksi, pasokan dan harga minyak dunia. Akan tetapi, para pejabat kemudian mengatakan bahwa output dari ladang minyak selatan tidak terpengaruh oleh kerusuhan itu.

"Untungnya, setiap gangguan pasokan dapat diimbangi dengan peningkatan output dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC), yang dapat membatasi dampak pada pasar minyak global," kata kepala badan industri perminyakan Jepang.

ING mengatakan bahwa kapasitas OPEC cadangan, yang lebih dari 3 juta barel per hari, meyakinkan pasar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini