Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Program Gasifikasi Batu Bara, Pemerintah Prioritaskan Perusahaan Pemegang PKP2B Generasi Pertama

Yohana Artha Uly , Jurnalis-Minggu, 02 Februari 2020 |10:44 WIB
Program Gasifikasi Batu Bara, Pemerintah Prioritaskan Perusahaan Pemegang PKP2B Generasi Pertama
Batu Bara (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA – Pemerintah tengah menyiapkan kajian finansial, teknis dan non-teknis, pedoman pemanfaatan serta regulasi pengusahaan gasifikasi batu bara dalam tiga tahun ke depan. Hal ini untuk mendorong Program gasifikasi batubara atau coal to Dimethyl Ether (DME).

“Kami memfokuskan pada pemegang Perjanjian Karya Pertambangan Batubara (PKP2B) Generasi Pertama,” kata Menteri ESDM Arifin Tasrif dilansir dari laman Setkab, Minggu (2/2/2020).

Baca Juga: Harga Acuan Batu bara Naik Tipis Jadi USD66,3 per Ton

Saat ini, terdapat delapan perusahaan pemegang PKP2B, yakni PT Berau Coal, PT Arutmin Indonesia, PT Adaro Indonesia, PT Indominco Mandiri, PT Kaltim Prima Coal, PT Kendilo Coal, PT Kideco Jaya Agung dan PT Multi Harapan Utama. kata Menteri ESDM Arifin Tasrif dilansir dari laman Setkab, Minggu (2/2/2020).

Di sisi lain, pemerintah tengah membuka peluang untuk memberikan insentif pengurangan royalti batubara. “Kami juga sedang menyiapkan insentif untuk program DME ini, baik kebijakan harga batu bara-nya maupun penyesuaian royalti batubara,” kata dia.

ESDM Pastikan Tambah Kuota Produksi Batu Bara Jadi 585 Juta Ton pada Tahun 2018 

Untuk diketahui, Program gasifikasi batubara atau coal to Dimethyl Ether (DME) akan terus didorong oleh Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam meningkatkan nilai tambah batubara. Bahkan, program DME ini telah dimasukkan sebagai prioritas utama investasi minerba dalam lima tahun ke depan guna menggenjot multiplier effect bagi perekonomian nasional.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement