nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

3 Tantangan Pembangunan Jakarta, Ojek Online Salah Satunya

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 13 Februari 2020 19:51 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 13 470 2168086 3-tantangan-pembangunan-jakarta-ojek-online-salah-satunya-JCug5PZhSV.jpg Tantangan Pembangunan Jakarta. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pembangunan infrastruktur DKI Jakarta menemui banyak tantangan. Ada tiga tantangan yang harus segera diselesaikan dalam pembangunan di ibu kota negara ini.

Direktur Rujak Center for Urban Studies Elisa Sutanudjaja mengatakan, sejumlah tantangan harus dihadapi dalam pembangunan ke depan. Pertama, masalah krisis iklim, kedua adalah mobilitas dan yang terakhir masalah transformasi teknologi.

Baca Juga: Begini Penampakan JPO yang Baru Dimodifikasi oleh Pemprov DKI

"Infrastruktur sekarang harus adaptif seperti ini. Krisis iklim harus dihadapi tapi ada peluang. Infrastruktur itu satu bukan drynse saja," ujarnya dalam sebuah diskusi di Novotel, Jakarta, Kamis (13/2/2020).

Menurut Elisa, permasalahan perubahan iklim menjadi salah satu isu yang penting. Karena kaitannya pada bencana banjir yang terjadi belakangan ini di ibu kota negara.

Baca Juga: Fasilitas Ruang Publik di Sudirman Baru Dipercantik, Sudah Dirusak oleh Tangan Usil

Selain itu, ada juga tantangan yang berkaitan pada mobilitas orang. Menurutnya, dalam membangun infrastruktur harus mempertimbangkan bagaimana agar mobilitas orang semakin mudah.

Hal ini tentunya berkaitan dengan infrastruktur transportasi yang dibangun. Menurut Elisa, infrastruktur transportasi ini harus bisa memudahkan dan bisa dijangkau oleh warganya.

Tantangan terakhir berkaitan dengan transformasi teknologi. Salah satu contoh yang harus segera dibenahi bagaimana mengatur transportasi online ini agar bisa tertib dan juga tidak membuat macet.

Sebab menurut Elisa, transformasi teknologi yang seharusnya difungsikan untuk mempermudah kini justru berbalik arah. Beberapa transportasi ojek online justru membuat kemacetan dengan berhenti dan mangkal di pinggir jalan.

"Ini dari tadinya tujuannya untuk membantu tapi malah berbalik arah. Sifatnya jadi individualis dia memakai infrastruktur kita tapi membebani publik," jelasnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini