Nasabahnya Terdampak Korona, Bank Ini Berikan Keringanan Pembayaran Pinjaman

Irene, Jurnalis · Jum'at 14 Februari 2020 13:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 14 320 2168380 nasabahnya-terdampak-korona-bank-ini-berikan-keringanan-pembayaran-pinjaman-4hYg0yj02L.jpg Perbankan. Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - CEO Bank DBS Piyush Gupta mengatakan virus korona yang dinamakan COVID-19 akan menyulitkan usaha kecil dan konsumennya dalam membayar kembali pinjamannya. Sebagai solusinya, DBS akan memungkinkan beberapa klien untuk menunda pembayarannya.

Penundaan pembayaran ini akan difasilitasi DBS pada beberapa kliennya yang masuk ke dalam kriteria seperti profil kredit. Sedangkan lama penundaan pembayaran adalah enam bulan. Sementara itu, Bank Singapura DBS memperkirakan COVID-19 juga akan berdampak pada pendapatannya sebesar 1% hingga 2%. Kartu kredit dan manajemen keuangan menjadi sektor yang paling terdampak.

Baca Juga: Hadiah Valentine Spesial Edisi COVID-19, Apa Saja Isinya?

Lamanya krisis yang muncul akibat adanya wabah virus ini dinilai Gupta sulit disebutkan. "Agak sulit untuk menyebutkan berapa lama krisis ini akan berlangsung dan apa skala penuh dan dampaknya mungkin," ujarnya, seperti dilansir dari CNBC, Jumat (14/2/2020).

Sementara itu, Gupta menyebut kartu kredit menjadi sektor yang tentunya mengalami perlambatan. Hal ini dikatakan karena masyarakat tidak pergi ke restoran ataupun melakukan aktivitas pembelian.

"Tentu saja ada beberapa lini bisnis di mana Anda dapat melihat perlambatan terjadi. Yang jelas adalah kartu kredit di mana lebih sedikit orang pergi ke restoran, lebih sedikit orang membeli barang-barang di toko-toko. Itu jelas menyaring pengeluaran kartu kami dan biaya kami," tambahnya.

Baca Juga: 2 Hari Diisolasi, Begini Kondisi WN China di RSUD M Yunus Bengkulu

Dalam bidang manajemen kekayaan, Gupta menyebut penurunan berkaitan erat dengan psikologi. Ia menjelaskan bahwa klien cenderung menahan invetasi saat terjadi malapetaka dan kesuraman. Pada kuartal IV-nya, DBS membukukan laba bersih sebesar USD1,09 miliar. Angka ini mengalami kenaikan 14% dibanding dengan periode yang sama di tahun lalu.

Sedangkan total pendapatan untuk kuartal Oktober hingga Desember naik 7% YoY menjadi 3,46 miliar dolar Singapura. Kenaikan ini turut dibantu oleh pertumbuhan pinjaman dan pendapatan fee bisnis. Pada perdagangan kemarin, Kamis (13/2/2020), saham DBS naik 0,35%. Sedang, indeks acuan Straits Times turun 0,18%.

Bank DBS juga dikabarkan telah menyisihkan dana untuk menghadapi potensi kerugian di tengah keadaan yang tak terduga misalnya muncul epidemi baru. Sementara itu, dari 50 kasus COVID-19 di Singapura, 15 di antaranya telah dikonfirmasi pulih.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini