nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kinerja Pasar Modal di Awal 2020 Alami Pelemahan

Rani Hardjanti, Jurnalis · Sabtu 15 Februari 2020 15:34 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 15 278 2168986 kinerja-pasar-modal-di-awal-2020-alami-pelemahan-9zRF1upklp.jpeg Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)

BOGOR - Kinerja pasar modal di awal tahun 2020 mengalami pelemahan. Terbukti sejak Januari 2020 hingga pertengahan Februari mengalami performa negatif.

Menurut Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II Otoritas Jasa Keuangan Fakhri Hilmi, penurunan ini juga terjadi pada seluruh pasar modal di Kawasan regional. Penurunan yang paling tajam dialami oleh Thailand, China, Hong Kong, Filipina. Kendati demikian dia mengaku pasar yang memiliki performa positif tetap ada namun angka kenaikannya tidak besar.

Baca Juga: Investor Asing Jual Bersih Saham Rp40,7 Miliar Selama Sepekan

“Ada yang naik seperti Singapura tetapi minim hanya 0,02%. Jepang sekalipun hanya 0,1%,” ujarnya dalam diskusi Perkembangan Kebijakan Pasar Modal di Bogor, Sabtu (15/2/2020).

Menurutnya, secara umum lemahnya laju kinerja pasar modal disebabkan oleh isu Virus Covid-19 yang terjadi di Wuhan China dan meluas ke beberapa negara. Faktor lain yang mempengaruhi adalah sentimen global yakni perang dagang antara China dan Amerika Serikat.

Kedua sentimen eksternal itu, lanjutnya, sangat mempengaruhi secara signifikan terhadap sejumlah industri. “Hampir seluruh industri mengalami penurunan. Namun sektor keuangan masih positif meski melemah,” imbuhnya

Baca Juga: Dana Perlindungan Investor Pasar Modal

Laporan keuangan emiten juga mengalami pelambatan. Sejauh ini, emiten yang termaktub dalam indeks LQ45 masih menunjukkan perbaikan. “Masih mencetak laba dibanding 2018, namun kinerjanya menurun,” jelasnya.

Sekadar diketahui, selama sepekan ke belakang tercatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar 2,21% menjadi 5.866,945 dari 5.999,607 pada penutupan perdagangan pekan sebelumnya. Kemudian, nilai kapitalisasi pasar selama sepekan juga mengalami perubahan sebesar 2,19% menjadi Rp6.781,861 triliun dari Rp6.933,713 triliun pada penutupan perdagangan minggu lalu.

Rata-rata frekuensi transaksi harian mengalami penurunan sebesar 11,63% menjadi 375.321 ribu kali transaksi dari 424.727 ribu kali transaksi pada pekan sebelumnya. Kemudian untuk rata-rata volume transaksi harian mengalami penurunan sebesar 16,53% menjadi 5.170 miliar unit saham dari 6.194 miliar unit pada pekan sebelumnya, senada dengan rata-rata volume transaksi harian, rata-rata nilai transaksi harian juga mengalami penyusutan sebesar 9,46% menjadi Rp6.223 triliun dari Rp6.873 triliun.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini