Divestasi Saham Freeport, Pemda Mimika Terima USD58 Juta/Tahun

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 19 Februari 2020 15:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 19 320 2170912 divestasi-saham-freeport-pemda-mimika-terima-usd58-juta-tahun-AMOMRPQLIk.jpg Tambang Freeport (Foto: Reuters)

JAKARTA - Divestasi saham mayoritas PT Freeport Indonesia oleh Indonesia ternyata memberikan dampak besar bagi penerimaan negara. Karena dalam klausul divestasi itu, status izin dari PTFI di Indonesia berubah dari Kontrak Karya menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas mengatakan, porsi kepemilikan saham yang dimiliki oleh pemerintah lewat Inalum dan juga pemerintah daerah Papua juga semakin meningkat. Sehingga secara pendapatan yang disetor lewat dividen juga meningkat.

Baca Juga: Erick Thohir Angkat Putra Papua Claus Wamafma Jadi Direktur Freeport

"Saham yang dimiliki oleh Inalum langsung dan tidak langsung 41%, Freeport McMoran 48,76% dan pemerintah daerah 10%. Peningkatan pendapatan negara," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruang Rapat Komisi VII DPR, Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Menurut Tony, setelah perubahan status dari kontrak karya menjadi IUPK pendapatan yang didapatkan negara misalnya yang naik cukup signifikan. Sebelumnya pendapatan negara USD1,68 miliar menjadi USD1,72 miliar. Kemudian untuk pendapatan yang didapat pemerintah Provinsi juga meningkat drastis. Sebelumnya pendapatan yang disetor untuk pemerintah provinsi hanya USD4 juta saja, dan naik menjadi USD149 juta per tahun.

Baca Juga: Freeport Sudah Keluarkan Rp2 Triliun untuk Smelter di Gresik

Begitu pun juga pendapatan yang disetor kepada Pemerintah Kabupaten Mimika yang naik drastis. Sebelum perubahan status ini, setoran kepada Pemda Mimika hanya sekitar USD1,6 juta naik menjadi USD58 juta.

"Kontrak karya itu pendapatan negara USD1,68 miliar naik jadi USD1,72 miliar kalau IUPK," ucapnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini