Menkeu dan Gubernur Bank Sentral G20 Kumpul Bahas Virus Korona

Irene, Jurnalis · Senin 24 Februari 2020 11:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 24 20 2173133 menkeu-dan-gubernur-bank-sentral-g20-kumpul-bahas-virus-korona-9rmfQz0so8.jpg Gubernur BI Perry Warjiyo (Foto: Dok. Bank Indonesia)

JAKARTA - Para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara-negara G20 melakukan pertemuan di Riyadh, Arab Saudi. Dalam agenda tersebut, dibahas mengenai berbagai tekanan global, termasuk terjadinya Covid-19 (Corona Virus Disease 2019) yang mendorong negara-negara G20 untuk meningkatkan kerja sama. Indonesia mengajak negara-negara G20 untuk terus mempererat kerja sama internasional dan mengimplementasikan bauran kebijakan guna memperkuat pemulihan dan mendorong pertumbuhan ekonomi global.

Negara-negara G20 juga sepakat memperkuat pemantauan terhadap risiko global, khususnya yang berasal dari Covid-19, serta didorong untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi risiko tersebut serta sepakat untuk mengimplementasikan respon bauran kebijakan yang efektif, baik dari sisi moneter, fiskal, maupun struktural.

Baca Juga: Dua Kematian Akibat Virus Korona, Italia Karantina 2 Wilayah

Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara-negara G20 yang dihadiri oleh Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, pada 22-23 Februari 2020 di Riyadh, Arab Saudi. Di tengah prospek pertumbuhan ekonomi global yang meningkat moderat, potensi risiko masih relatif tinggi, termasuk ketegangan geopolitik, tensi perdagangan, dan ketidakpastian kebijakan.

Untuk diketahui, Arab Saudi yang menjadi Presidensi G20 pada 2020 mengusung tema besar presidensi “Realizing the Opportunity of the 21st Century”. Hal ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan teknologi yang telah mengubah tatanan perekonomian global menuju ekonomi dan keuangan digital.

Baca Juga: Bill Gates Perangi Virus Korona, Donasikan Rp1,38 Triliun

Namun demikian, dipandang belum optimal akses dan partisipasi masyarakat dalam perekonomian, khususnya kelompok muda, perempuan, dan UMKM. Ini membutuhkan upaya untuk membuka akses dan kesempatan pada mereka dalam kegiatan perekonomian dan keuangan khususnya melalui pemanfaatan teknologi. Di samping itu, pembukaan akses terhadap sumber pendanaan melalui pengembangan pasar modal domestik dan penguatan pengaturan dan pengawasan sektor keuangan di era ekonomi digital juga menjadi agenda Presidensi G20 Arab Saudi.

Dalam keterangan resminya, Senin (24/2/2020), Gubernur Bank Indonesia mendukung agenda Presidensi G20 Arab Saudi terkait pengembangan pasar modal domestik itu dan menggarisbawahi pentingnya resiliensi perekonomian sebagai fondasi pengembangan pasar modal domestik. Selain itu, Gubernur Bank Indonesia juga menekankan pentingnya peningkatan basis investor domestik, memitigasi volatilitas aliran modal, dan menjaga integritas pasar modal untuk mencegah fraud dan menjaga kredibilitas.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini