JAKARTA - Indeks utama Wall Street anjlok selama tujuh hari berturut-turut dan berada di level penurunan mingguan terbesar sejak krisis keuangan global 2008. Bursa saham AS masih dihantui kekhawatiran virus korona yang menyebar cepat dapat menyebabkan resesi.
Investor beralih ke aset investasi yang lebih aman seperti obligasi. Tiga indeks utama melemah hingga 10% pekan ini, mengkonfirmasikan koreksi dan S&P tercepat dalam sejarahnya.
Baca juga: Virus Korona Menyebar Cepat, Wall Street Anjlok 6 Hari Berturut-turut
Selain menunggu informasi baru tentang penyebaran virus korona, investor mencari data yang menunjukkan dampak ekonominya.
Melansir Reuters, Sabtu (29/2/2020), indeks Dow Jones Industrial Average turun 777,34 poin atau 3,02% menjadi 24.989,3, indeks S&P 500 kehilangan 74,28 poin atau 2,49% menjadi 2.904,48 dan Nasdaq Composite turun 158,96 poin atau 1,86% menjadi 8,407.52.
Baca juga: Wabah Virus Korona Meluas, Wall Street Dibuka Anjlok hingga 1%
Pada titik terendah dalam sesi Dow Jones Industrials merosot lebih dari 1.000 poin. Sektor sektor keuangan membebani sebagian besar indeks acuan S&P 500. Sektor utilitas, real estat dan konsumen adalah sektor sensitif yang paling lemah kinerjanya pada hari itu.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.