Penerbangan China-Bali Distop, AP I Kehilangan Rp48 Miliar

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 06 Maret 2020 18:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 06 320 2179348 penerbangan-china-bali-distop-ap-i-kehilangan-rp48-miliar-XQBQbTbrp0.JPG Pesawat. Ilustrasi: Okezone

JAKARTA - PT Angkasa Pura I (Persero) terkena dampak dari wabah virus Korona. Apalagi setelah dihentikannya sementara penerbangan dari dan menuju China oleh pemerintah.

Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi mengatakan, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, menjadi bandara yang paling terdampak virus Korona. Pasalnya, ada sekitar 35 Penerbangan dari China yang dibatalkan setiap harinya.

Baca Juga: Insentif Pariwisata Ditunda, AP I Tunggu Arahan

"Yang paling terdampak AP1 adalah Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Ada kebijakan menghentikan dari China. Ada 35 Penerbangan dari China di cancel setiap hari," ujarnya dalam sebuah diskusi di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (6/3/2020).

Dari jumlah tersebut, ada sekitar 6.800 penumpang asal China yang tak jadi melancong ke Bali. Akibatnya, perseroan kehilangan potensi pendapatan sebesar Rp48 miliar.

"Dampaknya cukup signifikan. Lost opportunity pendapatan kita sekitar Rp48 miliar. Itu berpengaruh ke penerbangan lain," jelasnya.

Baca Juga: Baru Dibuka, Citilink Batalkan Rute Denpasar-Melbourne Imbas Virus Korona

Sebagai informasi, di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali ada 125 penerbangan yang per Minggu dari 22 destinasi di China. Dari jumlah tersebut, ada tujuh maskapai asal China gang terbang langsung ke Bali.

Ketujuh maskapai tersebut yakni China Eastern 14 penerbangan per minggu, China Southern 10 penerbangan per minggu, Citilink 11 penerbangan per minggu dan Lion Air 29 penerbangan minggu. Ada pula maskapai Xiamen Air 14 penerbangan per minggu Garuda Indonesia 22 penerbangan per minggu dan Sriwijaya Air 25 penerbangan per minggu.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini