Tarif Ojol Naik, Pelayanan Bakal Lebih Baik?

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 10 Maret 2020 12:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 10 320 2180977 tarif-ojol-naik-pelayanan-bakal-lebih-baik-iCpM3Qwa9h.jpg Ilustrasi Ojek Online (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan memutuskan untuk menaikkan tarif ojek online (ojol) mulai 16 Maret 2020. Adapun kenaikannya, untuk Tarif Batas Atas (TBA) adalah sebesar Rp150 per km dan untuk Tarif Batas Bawah (TBB) adalah sebesar Rp250 per km.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setyadi mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir akan kenaikan ini. Sebab dengan kenaikan tarif ini, akan ada perbaikan pelayanan yang akan diberikan.

Kementerian Perhubungan sendiri menekankan pada dua aspek pelayanan yang harus ditingkatkan. Pertama adalah aspek keselamatan dan yang kedua adalah keamanan penumpang.

Baca Juga: Tarif Ojek Online Naik Lagi, Ini Besarannya

"Kalau tari akan dinaikkan mereka sebagian besar mengurangi frekuensi ojek online. Kalau ada kenaikan tarif, rata-rata pengguna ada kompensasi perbaikan pelayanan dari aspek keselamatan dan keamanan. Oke dinaikan tapi pelayanan lebih dari jaminan juga lebih," ujarnya di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (10/3/2020).

Menurut Budi, kenaikan ini sudah melalui berbagai mekanisme. Pertama adalah, pihaknya melakukan kajian lewat Badan Litbang Kementerian Perhubungan untuk mencari nominal kenaikan yang sesuai.

Selain itu, pihaknya juga melakukan komunikasi dengan aplikator dan driver. Dari pihak driver pun setuju dengan angka kenaikan yang diusulkan oleh Kementerian Perhubungan.

Baca Juga: Kenaikan Tarif Ojol, Kemenhub: Belum Ada Keluhan

"Sebenarnya kemarin kita mendengarkan survey Litbang. Angka ini kita mainkan dengan rumus tertentu dan kemudian juga memainkan modal yang dibuat oleh Litbang. Kemudian saya laporkan ke Menteri Perhubungan,"jelasnya.

Sebenarnya, angka awal kenaikan dari tarif ojol ini adalah Rp225 per km untuk TBA, serta Rp150 per km untuk TBB. Namun dengan alasan dan pertimbangan matang, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta agar digenapkan menjadi Rp250 per km

"Sebenarnya angka yang kita temukan Rp225 per km untuk batas atas dan Rp150 per km batas bawah. Setelah kita masukan ke model, Rp225 naiknya menjadi Rp250 per km," jelasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini