Suku Bunga BI Turun, Saatnya Fokus di Stimulus Fiskal

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 20 Maret 2020 08:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 19 20 2186102 suku-bunga-bi-turun-saatnya-fokus-di-stimulus-fiskal-vINgjGVJyh.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA – Keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang menurunkan BI 7 Day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis point (bps) menjadi 4,5% disambut positif.

Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan bahwa penurunan suku bunga oleh Bank Indonesia itu selaras dengan proyeksi tim ekonom Bank Mandiri. “Sepertinya penurunan suku bunga ini merupakan yang terakhir dan sudah saatnya kita berfokus pada stimulus fiscal,” kata Andry dalam keterangan tertulis, Kamis (19/3/2020).

Baca Juga: Virus Korona Bakal Tekan Ekonomi Indonesia, Begini Penjelasannya

RDG Bank Indonesia pada 18-19 Maret 2020 memutuskan untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis point (bps) menjadi 4,5% dari sebelumnya 4,75%. Sementara suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 5,25%.

Sebelumnya, Andry memaparkan bahwa ruang penurunan suku bunga didorong oleh langkah pre-emptive BI dalam mengantisipasi risiko perlambatan ekonomi global. Terutama akibat penyebaran virus Covid-19 dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini.

Baca Juga: Ini Dampak Virus Korona bagi Pertumbuhan Ekonomi Banten

“Pada sisi lain laju inflasi masih relatif stabil dan terkendali, meskipun beberapa waktu terakhir terdapat kenaikan beberapa bahan makanan dan kebutuhan pokok seperti gula pasir dan bawang merah. Inflasi sampai Februari 2020 secara tahunan tercatat sebesar 2,98%, masih dalam rentang target BI yang sebesar 2,0-4,0%. Kami memperkirakan sepanjang tahun ini inflasi akan berada pada level 3,25%,” kata Andry.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini