nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sensus Penduduk 2020: Bangkitkan Nasionalisme di Tengah Pandemi COVID-19

Minggu 29 Maret 2020 14:28 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 03 29 11 2190745 sensus-penduduk-2020-bangkitkan-nasionalisme-di-tengah-pandemi-covid-19-PNqYyfHQwV.jpeg dok: BPS

JAKARTA - Di tengah merebaknya wabah virus corona, keberadaan informasi dan data terkait jumlah korban menjadi perhatian masyarakat. Tanpa mengurangi rasa duka yang mendalam, masyarakat seperti berlomba menyampaikan update tentang jumlah pasien dalam pengawasan (PDP), orang dalam pemantauan (ODP) ataupun korban meninggal baik lewat group Whatsapp atau status di media sosial tanpa sumber yang jelas. Sebegitu pentingkah data? Sebegitu pentingkah sumber data yang terpercaya?

Data perumahan, salah satu informasi yang diperoleh adalah terkait jumlah persentase daerah yang status kepemilikan rumah yang ditempati masyarakat, seperti rumah sendiri, kontrak/sewa, bebas sewa atau menumpang, rumah dinas atau lainnya. Informasi ini sangat dibutuhkan oleh pemerintah di dalam membuat perencanaan pembangunan rumah murah. Hal yang sama juga bisa dimanfaatkan oleh pengusaha property untuk ikut dalam program penyediaan rumah murah yang dibutuhkan masyarakat.

Begitu banyak data dan informasi penting lainnya yang bisa diperoleh dalam SP2020, maka partisipasi aktif masyarakat sangatlah dibutuhkan. Apalagi sekarang, sensus dapat dilakukan melalui online, maka sambil melaksanakan work from home (WFH) masyarakat juga bisa melakukan sensus secara online melalui website https://sensus.bps.go.id. Cukup dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Kartu Keluarga (KK), masyarakat sudah bisa login dan mengisi datanya sendiri dengan aman dan nyaman.

Menurut Margo Yuwono, Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, partisipasi masyarakat Indonesia dalam sensus penduduk online yang baru pertama kali dilaksanakan ini sangatlah bagus. Hingga Jumat (27/03) jumlah penduduk yang sudah berpartisipasi mencapai angka 27,6 juta penduduk atau sekitar 7,3 juta keluarga.

Capaian ini tentu salah satunya adalah berkat partisipasi aktif masyarakat yang dengan kesadaran penuh mencatatkan dirinya. Rasa nasionalisme seperti inilah yang sangat diharapkan, karena ke depan, jika data registrasi kependudukan semakin baik maka bisa jadi sensus penduduk tidak perlu lagi dilaksanakan.

Sasaran SP Online : Anda Semua!

Direktur Sistem Informasi Statistik BPS Muchammad Romzi mengatakan, target dari SP 2020 online adalah masyarakat yang mobilitasnya tinggi dan juga yang tinggal di kawasan pemukiman elite, seperti apartemen dan perumahan mewah. Lokasi tersebut umumnya sulit ditemui petugas sensus.

Selain itu, peran generasi milenial, seperti para pelajar SMA dan mahasiswa diharapkan akan membantu anggota keluarganya untuk mengisi sensus secara online. Artinya, cukup satu anggota keluarga saja yang mengisi untuk mewakili atau membantu mengisikan data anggota keluarga yang lain.

Pengisian sensus secara online sangat mudah dan cepat. Waktu yang dibutuhkan mengisi data perorang rata-rata lima menit. Saat mengisi, cukup menyiapkan Kartu Keluarga/KTP/buku nikah/dokumen cerai/surat kematian termasuk untuk anggota keluarga tambahan jika ada

Partisipasi aktif masyarakat sangatlah dibutuhkan. Apalagi sekarang, sensus dapat dilakukan melalui online, maka sambil melaksanakan work from home (WFH) masyarakat juga bisa melakukan sensus secara online melalui website https://sensus.bps.go.id. Cukup dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Kartu Keluarga (KK), masyarakat sudah bisa login dan mengisi datanya sendiri dengan aman dan nyaman.

Romzi pun menghimbau pentingnya mengisi sensus, karena informasi nomor identitas kependudukan (NIK) setiap penduduk akan menjadi entitas dasar yang valid untuk mendapatkan pelayanan publik.

Data tersebut dapat digunakan untuk BPJS Kesehatan, pendaftaran CPNS atau untuk pembukaan nomor rekening bank. Terutama saat ini masih banyak masyarakat yang belum memiliki e-KTP. Maka, dengan SP diharapankan akan menemukan mereka yang belum memiliki e-KTP, sehingga hal ini akan menjadi referensi Dukcapil untuk pembuatan NIK mereka.

Untuk itu, segera berpartisipasi dalam SP 2020 Online. Meskipun bagi yang belum mengisi sensus penduduk online, petugas akan melakukan sensus dengan metode wawancara dari rumah ke rumah.

(fmi)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini