nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Debitur Besar Juga Bisa Ajukan Pelonggaran Kredit Sampai 1 Tahun

Giri Hartomo, Jurnalis · Sabtu 04 April 2020 06:27 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 04 03 320 2193539 debitur-besar-juga-bisa-ajukan-pelonggaran-kredit-sampai-1-tahun-tEwMSpqQF6.jpg Uang Rupiah (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta perbankan dan perusahaan pembiayaan memberikan keringanan kredit hingga satu tahun. Keringanan kredit diberikan kepada masyarakat yang terkena dampak virus corona atau Covid-19 di Indonesia.

Salah satu pelonggaran adalah kredit cicilan kendaraan bermotor selama satu tahun untuk pengemudi ojek online, taksi online hingga nelayan. Untuk memperkuat stimulus ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan Peraturan OJK No. 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Dampak Covid-19.

Berikut adalah fakta mengenai keringanan kredit untuk masyarakat yang dirangkum Okezone:

1. Kelonggaran untuk debitur kecil

Kelonggaran cicilan yang dimaksud lebih ditujukan pada debitur kecil antara lain sektor informal, usaha mikro, pekerja berpenghasilan harian yang memiliki kewajiban pembayaran kredit untuk menjalankan usaha produktif mereka.

Misalkan pekerja informal yang memiliki tagihan kepemilikan rumah dengan tipe tertentu atau program rumah sederhana, pengusaha warung makan yang terpaksa tutup karena ada kebijakan Work From Home (WFH).

Relaksasi dengan penundaan pembayaran pokok sampai dengan satu tahun tersebut dapat diberikan kepada debitur yang diprioritaskan.

2. Debitur besar juga bisa mengajukan

Kredit besar di atas Rp10 miliar juga akan mendapatkan stimulus berupa restrukturisasi kredit. 

“Kalau kredit besar dilakukan dengan restrukturisasi biasa yaitu dilakukan kesepakatan nasabah dengan bank ini banyak perusahaan besar yang saat ini usahanya turun,” kata Ketua OJK Wimboh dalam telekonferensi, Rabu (1/4/2020).

3. Syarat Dapat Pelonggaran

Debitur wajib mengajukan permohonan restrukturisasi melengkapi dengan data yang diminta oleh bank/leasing yang dapat disampaikan secara online (email/website yang ditetapkan oleh bank/leasing) tanpa harus datang bertatap muka.

Bank/Leasing akan melakukan assesment antara lain terhadap apakah debitur termasuk yang terdampak langsung atau tidak langsung, historis pembayaran pokok/bunga, kejelasan penguasaan kendaraan (terutama untuk leasing).

Bank/Leasing memberikan restrukturisasi berdasarkan profil debitur untuk menentukan pola restrukturisasi atau perpanjangan waktu, jumlah yang dapat direstrukturisasi termasuk jika masih ada kemampuan pembayaran cicilan yang nilainya melalui penilaian dan/atau diskusi antara debitur dengan bank/leasing.

Hal ini tentu memperhatikan pendapatan debitur yang terdampak akibat covid-19. Informasi persetujuan restrukturisasi dari bank/leasing disampaikan secara online atau via website bank/leasing yang terkait.

4. Debt Collector Dilarang Tarik Kendaraan

Saat ini OJK sedang melakukan finalisasi bentuk produk hukum setelah melakukan koordinasi dengan Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia agar penerapannya tidak menimbulkan moral hazard.

Dan sebagai catatan penting, OJK sementara waktu melarang penarikan kendaraan oleh debt collector.

5. Tanggapan Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI)

Ketua Umum APPI Suwani Wiratno belum memiliki skema terkait kebijakan pelonggaran cicilan. Saat ini kata Suwandi, pihaknya sedang berusaha mencari jalan agar pandemi Covid-19 tak memberi efek lebih buruk terhadap lembaga pembiayaan, termasuk perbankan.

"Seandainya nasabah tak punya kemampuan membayar, kita kena, bank juga kena, pinjaman saya dari bank. Jadi semuanya kena, suasana kebatinannya ya jangan sampai semuanya kena," lanjut Suwandi.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini