PLN dan 5 PTN Kembangkan Power Bank Listrik Bernama Talis

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 03 April 2020 14:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 03 320 2193605 pln-dan-5-ptn-kembangkan-power-bank-listrik-bernama-talis-3efS4K4HyM.jpg PLN Gandeng 5 PTN Kembangkan Talis. (Foto: Medsos PLN)

JAKARTA - PT PLN (Persero) berinovasi menggunakan Tabung Listrik atau Talis, guna menerangi 433 desa di Indonesia. Sehingga desa yang hidup dalam kegelapan dapat menikmati listrik.

"Talis mirip power bank, tapi bisa untuk menerangi satu rumah, karena Talis ini konsepnya memang power bank berukuran portabel yang bisa ditenteng,” papar Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini menjelaskan, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat (3/4/2020).

 Baca juga: Layanan Token Gratis Via WhatsApp Baru Bisa Senin Depan

Talis merupakan inovasi lanjutan kerja sama PLN dengan lima perguruan tinggi yaitu Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Cendrawasih, yang melibatkan 500 mahasiswa. Kelima perguruan tinggi ini pada tahun 2019 juga telah meluncurkan program “Papua Terang”. Talis adalah hasil inovasi tahap berikutnya yang dikembangkan dari program tersebut.

Baca Juga : Ekspedisi Papua Terang, PLN Gandeng Mahasiswa Adakan Survei

 Listrik

Sementara itu, dalam pelaksanaannya, PLN mendapatkan dukungan dari banyak pihak, salah satunya TNI. Mengingat sebagian dari desa-desa tersebut berada di titik-titik yang masih rawan, TNI akan berpartisipasi dalam pengamanan pelaksanaannya. Sedangkan Kementerian Pedesaan, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes & PDTT) dan Pemda di dua provinsi Papua akan mendukung pengadaan Tabung Listrik-nya.

 Baca juga; Pelanggan 900 Va Ingin Dapat Diskon 50%, Perhatikan Hal Ini

Untuk memastikan ketersediaan anggaran, Kemenkeu akan menjadikan Program Listrik Perdesaan masuk dalam penganggaran negara, sedangkan Kementerian BUMN memastikan adanya tata kelola yang baik (Good Corporate Governance) dalam pelaksanaannya.

Program ini juga didukung oleh Kantor Staf Presiden, Sekretariat Kabinet, Bappenas, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian ESDM.

Zulkifli mengutarakan, bahwa secara internal PLN sudah menyiapkan program perancangan detail Program Listrik Perdesaan. “Begitu situasi pandemi Covid-19 sudah normal, kami akan segera mengeksekusinya,” tegasnya.

Sekadar diketahui, pemerintah menargetkan seluruh desa di Indonesia telah terlistriki pada tahun 2020. Saat ini masih terdapat 433 desa di Indonesia yang belum dapat menikmati listrik dan hidup dalam kegelapan, sebagian besar yang berada di Papua.

Zulkifli mengatakan, arahan Presiden Joko Widodo sangat jelas meminta PLN berkoordinasi dengan pihak lain sesegera untuk mempercepat program ini. “Tadi disampaikan oleh Bapak Presiden, program ini tidak semata-mata bertujuan menghadirkan listrik di desa-desa di Papua. Diharapkan, dengan hadirnya listrik, ekonomi dan produktivitas warga meningkat dan anak-anak bisa belajar sampai malam hari,” tambahnya.

Ratas Lanjutan Pembahasan Penyelenggaraan PON XX Papua

Baca Juga : PLN Libatkan Mahasiswa Wujudkan Papua Terang di 2019

Untuk menyelesaikan pekerjaan besar ini, PLN berinovasi secara non-konvensional, karena menarik jaringan baru ke desa-desa tersebut akan memakan waktu lama dan biayanya sangat besar.

“Kita tahu medan di Papua sangat berat. Sebagian besar desa-desa tersebut berada di pegunungan ribuan meter. Tidak ada jalan, tidak ada transportasi. Untuk itu, kita gunakan pendekatan spatial optimization dan pattern recognition. Dengan cara itu, kita manfaatkan energi setempat," jelasnya.

Ratas Otonomi Khusus Papua dan Papua Barat

Sebelumnya, Rapat Terbatas Program Listrik Perdesaan, 3 April 2020 yang digelar Presiden Joko Widodo melalui konferensi video dan diikuti beberapa kementerian dan lembaga memutuskan, koordinasi antarkementerian akan dilakukan mengingat kondisi geografis desa-desa yang sangat berat. Sasaran Program Listrik Perdesaan sebagian besar berada di Provinsi Papua dan Papua Barat.

Baca Juga : Terungkap Fakta, Betapa Sulitnya Aliri Listrik di NTB dan Papua

“Saya perintahkan kepada beberapa kementerian untuk mendukung program ini. Termasuk TNI untuk membantu proses operasinya di lapangan. Setelah dipaparkan tadi, saya tahu, tidak mungkin PLN bisa mengerjakannya sendirian,” ujar Presiden Jokowi dalam Rapat Terbatas tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini