nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta Maskapai Rugi, Sri Mulyani Curiga Bukan karena Covid-19

Taufik Fajar, Jurnalis · Minggu 05 April 2020 06:12 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 04 03 320 2193638 fakta-maskapai-rugi-sri-mulyani-curiga-bukan-karena-covid-19-iZqkE90zAh.jpg Maskapai Terpuruk Imbas Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Virus corona yang meluas membuat ekonomi semakin tertekan. Hal ini mempengarhui seluruh bidang usah termasuk industri penerbangan.

Maskapai yang tergabung dalam Indonesia National Air Carrier Association (INACA) mengungkapkan, beberapa maskapai telah memilih opsi menutup operasi dan melakukan PHK terhadap karyawannya. Hal ini imbas penurunan penumpang karena pandemi Corona.

Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani belum membenarkan kerugian maskapai akibat virus corona. Pasalnya, saat ini pemerintah masi mendalami dan memastikan apa benar kerugian maskapai karena virus atau ada hal lainnya.

Okezone pun merangkum fakta-fakta menari terkait kerugian maskapai karena virus corona atau bukan, Minggu (5/4/2020):

1. Jumlah Penerbangan Turun 50%

Ketua Umum Inacaa Denon Prawiratmadja mengatakan, semua maskapai penerbangan sudah mengurangi jumlah penerbangan baik rute dan frekuensinya sampai dengan 50% atau lebih. Hal ini terjadi usai meluasnya virus corona ke seluruh wilayah Indonesia, sejak awal Maret.

Diramalkan apabila penuntasan pandemik Covid-19 semakin tidak pasti hal ini akan membuat industri penerbangan semakin terpuruk. Bahkan sebagianya akan tidak beroperasi karena bangkrut.

2. Pilot Terancam Dipecat

Denon Prawiratmadja mengatakan, untuk mengurangi kerugian yang derita, beberapa waktu belakangan ini, sejumlah maskapai penerbangan telah melakukan langkah antisipasi. Di antaranya dengan memilih opsi tutup operasi dan merumahkan atau melakukan pemutusan hubungan kerja karyawannya baik bagi pilot, awak kabin, teknisi dan karyawan pendukung lainnya.

3. Maskapai Butuh Bantuan Pemerintah

Untuk menyelamatkan industri penerbangan agar tetap eksis, baik saat ini maupun saat recovery nanti apabila pandemik Covid-19 sudah tuntas, maka Inaca saat ini sudah dan akan meminta sejumlah keringanan maupun insentif kepada Pemerintah.

"Yang kami harapkan adalah penundaan pembayaran PPh, penangguhan bea masuk impor suku cadang, penagguhan biaya bandara dan navigasi yang dikelola BUMN, pemberlakuan diskon biaya bandara yang dikelola Kementerian Perhubungan, dan perpanjangan jangka waktu berlakunya pelatihan simulator maupun pemeriksaan kesehatan bagi awak pesawat,” kata Denon.

4. Begini Respons Pemerintah

Industri penerbangan menjadi salah satu sektor usaha yang terkena dampak pandemi virus corona (Covid-19). Bahkan beberapa maskapai penerbangan sudah terpaksa merumahkan pilot hingga karyawan karena turunnya pendapatan.

Menyikapi hal tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah masih melakukan identifikasi mendalam tentang industri penerbangan. Pemerintah ingin memastikan jika apa yang dialami sektor penerbangan benar-benar karena virus corona dan bukan karena permasalahan di perusahaan.

5. Sri Mulyani Curiga

"Kita identifikasi industri ini sakit sebelum Covid apa enggak. Jangan dompleng sakit karena Covid. Kalau dari sononya sudah sakit ya sudahlah. Jangan sampai bebani fokus kita untuk selamatkan ekonomi," ujar Sri Mulyani.

Saat ini, lanjut Sri Mulyani, fokus pemerintah menjaga agar ekonomi tetap terjaga. Sehingga sektor-sektor yang dinilai terifeksi virus corona akan dibantu guna mendongkrak perekonomian.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini