JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukan tren penguatan dalam seminggu terakhir. Hal ini diprediksikan akan melanjutkan rebound-nya di tengah wabah virus Corona atau Covid-19.
Ketua Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso mengatakan, pasar modal terkena dampak yang cukup signifikan di Indonesia. Bahkan, di seluruh dunia pun terdampak.
Baca juga: IHSG Minggu Pertama April Naik 1,71% ke 4.623
Namun, dirinya mengatakan, ada akan mengalami rebound. Di mana frekuensi penguatan dalam sepekan cukup menggembirakan.
"Ini ada tanda-tanda yang relatif agak menggembirakan bahwa frekuensinya selama seminggu ada yang hijau beberapa kali, dan sudah merangkak membaik," ujarnya dalam telekonferensi, Jakarta, Minggu (5/4/2020).
Baca juga:IHSG Sesi I Menguat 1% ke 4.577
Tak hanya itu, lanjutnya, di beberapa negara juga pasar modalnya merangkak naik. Hal ini dipengaruhi bagaimana seluruh negara memberikan antisipasi akan dampak virus tersebut.
"ini tanda-tanda akan rebound. dan ini tentunya berapa cepat di masing-masing negara ini memberikan penyanggah dan sektor keuangan ini untuk tidak terpengaruh dampak covid," ujarnya.
Dirinya pun mengatakan hingga saat ini pasar modal di dunia mengalami koreksi yang cukup dalam. Di mana, Wall Street telah turun 26%, bursa saham Filipina turun 31,58%, thailand menurun 27,65% dan Singapura 25,5%. Sementara itu, Malaysia turun 15,25%, bahkan bursa saham China minus 9,38%.
"Indonesia tidak terkecuali, IHSG melemah 26,61% ytd," ujarnya.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.