Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Selain Karet, Menteri Basuki juga Borong Bahan Baku Cat dari Petani

Giri Hartomo , Jurnalis-Senin, 13 April 2020 |19:25 WIB
Selain Karet, Menteri Basuki juga Borong Bahan Baku Cat dari Petani
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (Foto; Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bakal membeli resin bahan baku cat dari para petani. Nantinya resin ini akan digunakan untuk mengecat marka-marka jalan.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, anggaran untuk membeli bahan baku cat ini masuk dalam program padat karya tunai. Adapun anggaran padat karya tunai ini disiapkan Rp10 triliun.

 Baca juga: Menteri Basuki Siapkan Rp100 Miliar Borong Karet Petani untuk Aspal

"Kemudian kita juga beli resin yaitu campuran untuk cat dalam membuat marka-marka jalan," ujarnya dalam teleconfrence, Senin (13/4/2020).

Nantinya lanjut Basuki, cat ini juga akan digunakan untuk mengecat beberapa jembatan. Adapun untuk pemilharaan jembatan sendiri, disiapkan Rp110 miliar.

"Kita juga ingin memelihara rutin jembatan-jembatan sepanjang 296 km sebesar Rp110 miliar," ucapnya.

 Baca juga: Menteri Basuki Siapkan Rp10 Triliun untuk Program Padat Karya

Selain itu lanjut Basuki, pihaknya juga bakal membeli karet hasil produksi petani untuk campuran aspal. Untuk membeli karet petani ini, Kementerian PUPR menyiapkan anggaran sebesar Rp100 miliar.

Pembelian karet ini untuk membantu para petani. Sebab saat ini harga komoditas karet sedang jatuh sehingga banyak petani yang merugi.

Aspal campuran karet ini nantinya akan digunakan untuk pemiliharaan beberapa jalan d pedesaan. Ada sekitar 47 kilometer jalan yang bakal dilakukan pemilaharaan lewat program padat karya tunai.

"Kita mau membeli karet-karet dari rakyat yang sekarang sedang turun hargannya. Untuk itu kita beli jadi campuran aspal karet. Kita siapkan anggaran Rp100 miliar," ucapnya.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement