JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) Indonesia tumbuh melambat sebesar USD407,5 miliar di Februari 2020. Di mana, terdiri dari ULN sektor publik (pemerintah dan bank sentral) sebesar USD203,3 miliar dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar USD204,2 miliar.
Mengutip keterangan BI, Jakarta, Rabu (15/3/2020), ULN Pemerintah tumbuh lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Di mana posisi Februari 2020 yang sebesar USD200,6 miliar atau tumbuh 5,1% (yoy) akan tetapi lebih rendah dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 9,5% (yoy).
Baca juga: Utang Luar Negeri RI Tumbuh Melambat ke USD407,5 Miliar di Februari 2020
Penurunan ULN pemerintah tersebut dipengaruhi sentimen global sebagai dampak pandemi COVID-19 yang meluas. Sehingga mendorong arus modal keluar dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) domestik.
ULN Pemerintah tersebut dikelola secara hati-hati dan kredibel guna mendukung belanja Pemerintah pada sektor prioritas. Hal ini dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Baca juga; BI Siap Beli Surat Utang Pemerintah Senilai USD4,3 Miliar
Sektor prioritas tersebut meliputi sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (23,4% dari total ULN Pemerintah), sektor jasa pendidikan (16,3%), sektor konstruksi (16,2%), sektor jasa keuangan dan asuransi (12,8%), dan sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (11,6%).
(Fakhri Rezy)