BI Siap Beli Surat Utang Pemerintah Senilai USD4,3 Miliar

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 08 April 2020 16:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 08 20 2196201 bi-siap-beli-surat-utang-pemerintah-senilai-usd4-3-miliar-CG0UIO6R6j.jpg Rupiah (Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia akan melakukan intervensi pasar dengan surat utang berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) sebesar USD4,3 miliar. Penerbitan global ini dilakukan dalam tiga bentuk surat berharga global yaitu Surat Berharga Negara (SBN) seri RI1030, RI 1050, dan RI 0470.

Gubernur Bank Indonesia mengatakan, pasca penerbitan ini, pihaknya akan langsung masuk ke pasar dengan membeli surat utang pemerintah di pasar perdana dalam keadaan tidak normal (abnormal). Kondisi ini terjadi ketika suku bunga yield terlalu tinggi ataupun jika pasar tak mungkin lagi bisa menyerap.

 Baca juga: Ringankan Beban Defisit APBN, RI Mau Tambah Utang Baru USD7 Miliar

“Agar kalau kapasitas pasar enggak cukup, misalnya suku bunga melonjak tinggi, dalam konteks ini lah kemudian BI diperbolehkan dalam pengaturan perhitungkan membeli dari pasar perdana,” ujarnya dalam rapat virtual dengan DPR, Rabu (8/4/2020)

Menurut Perry, penerbitan global bond oleh pemerintah sendiri menjadi salah satu solusi untuk menutupi defisit APBN yang akan melebar. Adapun defisit APBN sendiri diproyeksi melebar menjadi Rp853 triliun atau 5,07% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

 Baca juga: Posisi Utang Pemerintah Naik Terus, Ini Faktanya!

Selain mengandalkan global bond, pemerintah sendiri disebut akan menyiapkan opsi untuk kembali menarik utang sebesar USD7 miliar dari beberapa lembaga internasional untuk menutupi defisit APBN.

Ada beberapa lembaga negara yang akan memberikan pembiayaan untuk menambah pundi-pundi negara seperti Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia (ADB), hingga The Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB). Namun untuk saat ini, pemerintah akan fokus memaksimalkan sumber dana dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) maupun dana abadi.

“Kemarin investor teleconfrence ada juga dari Asian Internasional Infra Bank, ADB, Bank Dunia, Jerman, AIIB itu direncanakan bisa kurang lebih USD7 miliar. Itu yang sumber-sumber memang dimaksimalkan oleh pemerintah," kata Perry.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini