Ekspor Furnitur dan Kerajinan Turun akibat Pelabuhan Negara Tujuan Tidak Beroperasi

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 16 April 2020 16:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 16 320 2200209 ekspor-furnitur-dan-kerajinan-turun-akibat-pelabuhan-negara-tujuan-tidak-beroperasi-rVwolfzSmI.jpeg Pelabuhan (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

Gati menambahkan, pandemi Covid-19 juga memberikan dampak terhadap ketersediaan dan harga bahan baku bagi pelaku IKM furnitur dan kerajinan mengalami kenaikan akibat volume impor yang menurun. Sementara itu, perusahaan IKM mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan pembatasan sosial atau social distancing. Hal ini kemudian mengakibatkan perusahaan memangkas produksinya dan membatasi jumlah karyawan yang bekerja.

Dengan kondisi tersebut, IKM furnitur dan kerajinan meminta adanya penjadwalan ulang (reschedule) pembayaran kredit bank selama satu tahun, dan reschedule bunga kredit hingga enam bulan dan pembayaran dilakukan setelah enam bulan dengan bunga nol%.

Selanjutnya, IKM meminta pemberian pinjaman lunak bagi IKM dengan bunga lebih rendah dari Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kemudian, untuk mengatasi persoalan ketersediaan bahan baku, IKM meminta agar program ‘Material Center’ direalisasikan, kemudahan mendapatkan bahan baku dan penolong dari pabrik, hingga pembebasan bea impor bahan baku dan penunjang untuk sektor IKM furnitur dan kerajinan.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini