Meskipun Ada Covid-19, 18 Perusahaan Antre Mau IPO

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 24 April 2020 14:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 24 278 2204266 meskipun-ada-covid-19-18-perusahaan-antre-mau-ipo-26Xe5GE0Mb.jpg Ilustrasi IPO (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut adanya virus corona tidak terlalu berpengaruh pada minat perusahaan untuk mencatatkan namanya di bursa saham atau (initial public offering/IPO). Meskipun saat ini kondisi pasar saham sedang lesu karena virus corona.

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djayadi mengatakan, pandemi corona ini memang tidak menyurutkan minat perusahaan untuk IPO. Tercatat ada sekitar 9 perusahaan yang melakukan IPO selama masa pandemi corona ini ada di Indonesia.

Baca Juga: Pemilik Texas Chicken IPO, Kantongi Rp36 Miliar dari Penjualan Saham

Pihaknya pun tidak melarang dan menyambutnya dengan tangan terbuka. Meskipun dalam proses pembukaannya agak sedikit berbeda dari biasannya karena diadakan tanpa seremonial dengan bertatap muka langsung.

"Kami melihat bahwa volatilitas pasar akibat pandemi ini tidak menyurutkan minat perusahaan untuk masuk ke pasar moda. Meskipun ada perubahan dari sisi seremonial," ujarnya dalam telekonferensi, Jumat (24/4/2020).

Baca Juga: 3 Saham Baru Listing, Kompak Menguat di Tengah Merahnya IHSG

Sementara itu, Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna 26 perusahaan telah mencatatkan sahamnya sepanjang 2020 ini. Sementara itu, terdapat 18 perusahaan yang masih berada dalam daftar tunggu (pipeline) IPO.

Tak berhenti sampai di situ, ada 4 perusahaan yang berencana menerbitkan obligasi atau surat utang baru. Kemudian ada juga 5 perusahaan yang akan mencatatkan efek lainnya seperti Exchange Traded Fund (ETF) dan dan 1 perusahaan Dana Investasi Real Estate (DIRE).

"Saat ini sudah terdapat 26 perusahaan baru. dan total pipeline per 23 April 2020 terdapat 28 lagi pencatat efek baru," kata Nyoman.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini