Share

4 Prinsip Berdagang Nabi Muhammad SAW

Rani Hardjanti, Jurnalis · Sabtu 25 April 2020 12:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 25 320 2204711 4-prinsip-berdagang-nabi-muhammad-saw-MWOCoOUYTK.jpg Jejak Bisnis Muhammad SAW (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Dalam berdagang, Nabi Muhammad SAW tidak hanya fokus di kota Makkah saja tetapi melakukan ekspor sampai ke negeri Syam seperti Palestina, Syria, Libanon dan Yordania.

Nabi Muhammad SAW menganjurkan untuk selalu bermurah hati, menjauhi sumpah yang berlebihan untuk mempromosikan, tidak menyaingi harga jual orang lain (perang harga) dan tidak memotong jalur distribusi.

Seperti dikutip dari buku Marketing Muhammad, Strategi Andal dan Jitu Praktik Bisnis Nabi Muhammad SAW, karya Thorik Gunara dan Utus Hardiono Sudibyo, terbitan Madani Prima, Sabtu (25/4/2020).

Nabi Muhammad SAW tidak hanya menggunakan data untuk memikirkan bagaimana caranya meningkatkan pertumbuhan perusahaan yang pada akhirnya akan menaikkan omzet perdagangan. Tetapi dia menggunakan kebiasaan orang-orang untuk menciptakan batasan-batasan perilaku yang akan mendukung pada praktik perdagangan.

Nabi Muhammad SAW lebih condong memerhatikan individu yang akan menggunakan data daripada hanya memerhatikan data tersebut. Pada akhirnya, Nabi Muhammad SAW tidak hanya melakukan sebuah marketing yang berbeda tapi dia pun mampu meletakkan tahapan-tahapan yang dia lalui sebagai bentuk pemasaran yang lebih baik dan menggeser sistem pemasaran konvensional yang berlaku pada saat itu.

Nabi Muhammad SAW telah memberikan contoh bahwa sebuah hubungan yang baik antar sesama manusia tidak hanya dapat memberikan keuntungan dalam hal berdagang, tetapi juga memberikan ketenangan dalam hati. Niat baik menjadi aset nomor satu bagi para pengusaha dan hal ini tidak akan dapat diwujudkan tanpa adanya hubungan yang baik antara pedagang dengan konsumennya.

Dikutip dari buku Bisnis Rasulullah, Malahayati S Psi, terbitan Great Publisher, Jakarta, terdapat 4 prinsip-prinsip berdagang yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Berikut ini ke-4 prinsip bisnis tersebut.

1. Shiddiq : Benar. Tak pernah menyembunyikan barang dagangan yang cacat.

2. Amanah : Terpercaya baik dari pemilik barang maupun pelanggan.

3. Fathanah : Cerdas. Pandai menghasilkan dan melihat peluang keuntungan tanpa menipu

4. Tabligh : Menyampaikan. Memiliki kemampuan negosiasi, membangun komunikasi dan reputasi yang baik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini