JAKARTA - Harga gula pasir putih di pasaran selama beberapa pekan terakhir, khususnya jelang Ramadhan, terpantau mengalami lonjakan. Tercatat, rata-rata harga gula pasir putih yakni di kisaran Rp18.500-Rp20.000.
Terkait situasi tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan upaya menstabilkan harga gula pasir putih sekaligus menjamin ketersediaannya di pasaran. Mentan Syahrul Yasin Limpo sejak awal April telah meminta agar pabrikan gula rafinasi juga ikut memproduksi gula pasir putih yang bisa dikonsumsi masyarakat.
Baca juga: Mendag Pastikan Harga Gula Stabil selama Ramadan
Kemudian, sebanyak 250 ribu ton gula pasir putih juga telah digelontorkan Kementan ke pasaran. Ditambah juga sinergi Kementan bersama instansi pemerintah lainnya menggelar Operasi Pasar (OP).
Mantan Mentan Bungaran Saragih mengatakan, mahalnya harga gula sebenarnya bukan tanggung jawab Kementan.
"Soal harga, sebetulnya tidak jadi kewenangan Kementan juga. Tapi ini kan menyangkut kehidupan dan kesejahteraan masyarakat, kiranya Kementan juga telah tepat," ujar Bungaran dalam keterangan tertulis, Minggu (26/4/2020).
Baca juga: Buwas Ungkap Penyebab Harga Gula Mahal
Bungaran menjelaskan, posisi kinerja Kementan lebih utama pada menjaga ketersediaan pangan ke masyarakat. Caanya dengan memastikan pasokan dan produksi komoditas pangan lancar.
"Peran Kementan ikut dalam menjaga stabilitas harga gula pasir dan stoknya menunjukkan bahwa terkait kebutuhan pangan masyarakat, Kementan tetap tanggung jawab," kata Bungaran yang juga Guru Besar Ekonomi Pertanian IPB.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.