"Pada 10 stasiun juga telah dipasang thermal scanner yang mampu mendeteksi suhu tubuh ratusan pengguna dalam waktu bersamaan," kata Adita.
Kementerian Perhubungan juga meminta kepada operator untuk menyediakan westafel tambahan yang dipasang pada lokasi-lokasi yang sering dilalui pengguna KRL. Tujuannya agar dapat digunakan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum maupun sesudah naik KRL di 40 stasiun.
"Selain di stasiun, di dalam gerbong KRL pun disediakan hand sanitizer," kata Adita.
Sebenarnya lanjut Adit, dari hasil evaluasi selama lebih dari 2 minggu sejak ditetapkan PSBB di DKI Jakarta, rata-rata jumlah penumpang harian KRL cenderung menurun. Demikian pula pada jam sibuk pagi hingga pukul 08:00 jumlah penumpang pada semua lintas pelayanan mengalami penurunan dari 77.575 pnp menjadi sekitar 55.000 pnp dengan total kapasitas angkut yg dibatasi maksimum 35% sebesar 61.248 pnp.
"Pembatasan kapasitas tersebut mengakibatkan antrian pada beberapa stasiun yang relatif sempit namun berjalan dengan tertib jaga jarak dan dibantu oleh aparat keamanan," kata Adita.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.